RADARSOLO.COM – Duka menyelimuti jemaah haji Kloter 47 Debarkasi Solo.
Sudartik, 44, jemaah asal Kabupaten Rembang meninggal dunia di Rumah Sakit TNI AU Colomadu, Karanganyar, Rabu (17/6) malam.
Sebelumnya, Sudartik jatuh pingsan dan mengalami sesak napas, sesaat setelah pesawat yang membawanya mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali.
Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia menjelaskan, tidak ada riwayat maupun keluhan sakit yang dialami almarhumah sebelumnya.
Nabiila menjelaskan kronologi awal sebelum jemaah dinyatakan meninggal dunia di RS TNI AU.
Pesawat yang mengangkut jemaah Kloter 47 asal Kabupaten Rembang, Kendal mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada Rabu (17/6) pukul 19.45 WIB.
Saat hendak turun dari pesawat, Sudartik tiba-tiba mengalami sesak napas dan pingsan.
Tim medis bandara langsung bergegas memberikan penanganan awal, kemudian merujuk Sudartik ke RS TNI AU Colomadu.
“Tidak ada keluhan, namun ketika akan keluar dari pesawat jemaah sesak napas lalu pingsam. Dirujuk ke RS TNI AU, setelah diberikan penanganan pukul 22.20 WIB jemaah wafat,” ungkap Nabiila, Kamis (18/6/2026).
PPIH Debarkasi Solo menyampaikan duka mendalam, dan akan berkoordinasi dengan keluarga serta petugas kloter untuk proses pemulangan jenazah.
Sementara itu, untuk up to date kedatangan jemaah haji Embarkari Solo per tanggal 18 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, total sudah 48 Kloter tiba di tanah air, dan sudah dipulangkan ke kota masing-masing.
Kedatangan kloter Jemaah Embarkasi Solo, pada Kamis (18/6), dijadwalkan sebanyak 2 Kloter.
Yakni kloter 48 dari Kabupaten Rembang, Blora, Semarang pukul 06.00 WIB, serta Kloter 49 dari Kabupaten Blora, Pati pukul 14.45 WIB.(fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono