Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pendaki Asal Jambi Alami Hipotermia di Gunung Merbabu, Shelter Emergency Pos 3 Jalur Suwanting Jadi Penyelamat

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:55 WIB
Pendaki Asal Jambi Alami Hipotermia di Gunung Merbabu, Shelter Emergency Pos 3 Jalur Suwanting Jadi Penyelamat (Dokumen BTNGMb)
Pendaki Asal Jambi Alami Hipotermia di Gunung Merbabu, Shelter Emergency Pos 3 Jalur Suwanting Jadi Penyelamat (Dokumen BTNGMb)

RADARSOLO.COM  – Shelter Emergency baru di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting, Gunung Merbabu, langsung “bekerja” menyelamatkan pendaki.

Fasilitas Balai TN Gunung Merbabu itu digunakan menangani R. Najwarty Mulya Harahap, pendaki asal Jambi yang mengalami hipotermia, saat melakukan pendakian.

Diketahui, Najwarty, merupakan satu dari 4 pendaki mandiri, mulai naik dari Loket 2 Suwanting Selasa (16/6) pukul 09.00 WIB.

Sekitar pukul 15.00 WIB di Pos 2 korban sudah merasakan mual, pusing, dan muntah berkali-kali. Kondisi terus drop hingga tidak bisa melanjutkan jalan.

Baca Juga: Shelter Emergency Teknologi Diresmikan di Pos 3 Merbabu Suwanting, Target Zero Accident

Kepala SPTN Wilayah II Balai TN Gunung Merbabu, Tri Wiyanto, mengatakan, Pukul 20.00 WIB di area HM 33 menuju Pos 3, gejala hipotermia muncul, ditandai dengan tubuh menggigil hebat. 

Rombongan beserta pendaki lain langsung memberi pertolongan awal menggunakan emergency blanket serta tenda darurat. Pendaki lain hubungi basecamp via seluler.

Laporan diteruskan basecamp ke porter beserta petugas Pos 3 lewat radio. Tim evakuasi cepat bawa Najwarty ke Shelter Emergency Pos 3.

“Sekitar pukul 21.00 WIB, pendaki dapat penanganan di Shelter Emergency pakai peralatan P3K yang tersedia. Dikasih makanan + minuman hangat juga. Setelah 1 jam, suhu tubuh balik hangat dan kondisi stabil,” jelas Tri Wiyanto, dalam rilis Balai TN Merbabu, Kamis (18/6) malam.

Dia menyebut, kejadian ini menjadi contoh langsung, fungsi shelter tersebut. Menurutnya, Shelter Emergency di Jalur Suwanting dirancang sebagai fasilitas mitigasi risiko dan penanganan awal kondisi darurat. 

Kejadian ini menunjukkan keberadaannya bisa langsung membantu pendaki yang membutuhkan pertolongan cepat di lapangan. 

“Kami harap fasilitas ini perkuat upaya pendakian yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Pada Rabu (17/6) pukul 14.00 WIB, Najwarty sudah bisa turun ke basecamp The Camp Suwanting dalam kondisi sehat. Dia juga apresiasi manfaat langsung Shelter Emergency.

Balai TN Gunung Merbabu mengimbau pendaki untuk menyiapkan fisik, membawa perlengkapan lengkap, cek cuaca, dan jangan ragu lapor petugas kalau darurat. 

“Kolaborasi petugas, porter, pengelola jalur, dan sesama pendaki terbukti kunci keselamatan di gunung. Dengan Shelter Emergency, TN Merbabu terus kuatkan sistem keselamatan dan budaya pendakian yang tertib dan bertanggung jawab,” tuturnya.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Boyolali #merbabu #pendaki #hipotermia