Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ular Berbisa Makin Sering Masuk Rumah Warga Boyolali, Terutama di Kecamatan Ini

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 21 Juni 2026 | 11:17 WIB
Personel Damkar Boyolali mengevakuasi ular yang masuk ke rumah warga. (DOK.DAMKAR BOYOLALI)
Personel Damkar Boyolali mengevakuasi ular yang masuk ke rumah warga. (DOK.DAMKAR BOYOLALI)

RADARSOLO.COM-Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Boyolali mencatat adanya peningkatan intensitas laporan permintaan evakuasi satwa liar jenis ular berbisa.

Berdasarkan pemetaan petugas, laporan didominasi dari wilayah-wilayah dataran rendah.

Insiden terbaru terjadi pada Sabtu (20/6/2026) bertempat di Rejosari, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel.

Baca Juga: Diancam El Nino Kategori Kuat, Pemkab Boyolali Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

Personel dari Regu 03 Damkar Boyolali dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi seekor ular hijau yang ditemukan bersembunyi di dalam komponen sepeda motor.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono mengatakan, bahwa maraknya kemunculan ular di lingkungan permukiman pada musim kemarau saat ini tergolong di luar kebiasaan umum.

Merujuk pola penanganan sebelumnya, satwa melata biasanya lebih sering keluar dari sarang sewaktu musim hujan akibat habitatnya tergenang air.

“Tidak tahu siklusnya kobra mas. Hanya biasanya kalau musim hujan banyak ular keluar, karena tempat tinggalnya tergenang air. Tapi ini musim panas.,” kata Supriyono, Minggu (21/6/2026).

Supriyono menjelaskan, laporan mengenai temuan jenis ular berbisa paling sering diterima dari kawasan wilayah bawah atau dataran rendah.

Meliputi Kecamatan Mojosongo, Sambi, Simo, Ngemplak, dan area sekitarnya.

Baca Juga: Bumi Sangkara Fest 2026: Lintas Iman Warga Prawatan Klaten Bersatu dalam Doa dan Jamasan Alat Pertanian Hadapi El Nino

“Untuk ular berbisa cenderung berada di bawah, karena suhunya cocok, kering. Sedangkan wilayah atas, mayoritas banyak laporan ular besar,” urai Supriyono.

Damkar meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan spekulatif dengan mencoba menangkap ular secara mandiri tanpa alat pelindung.

Terlebih untuk jenis ular berbisa tinggi seperti kobra.

Supriyono menegaskan bahwa gigitan maupun paparan racun bisa dari anakan ular kecil memiliki dampak fatalitas ke tubuh yang sama berbahayanya dengan ular berukuran besar.

Baca Juga: Tanpa Pemberitahuan, Pemadaman Listrik di Pusat Kota Klaten Bikin Pelaku Usaha Khawatir

Guna meminimalisasi draf risiko masuknya satwa reptile tersebut ke dalam lingkungan domestik, Damkar Boyolali merilis sejumlah imbauan protokol keselamatan bagi warga:

Apabila warga mendapati adanya indikasi keberadaan ular berbisa di dalam lingkungan hunian, Damkar Boyolali meminta untuk segera menghubungi posko darurat Damkar guna draf penanganan evakuasi secara aman oleh petugas profesional. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#evakuasi #ular masuk rumah #ular berbisa #dataran rendah #Damkar Boyolali