RADARSOLO.COM - Aksi konvoi sepeda motor sekelompok pesilat yang menggunakan knalpot brong memicu keresahan publik.
Rekaman video amatir terkait peristiwa tersebut viral di media sosial.
Tampak rombongan pesilat menggeber-geber knalpot saat melintas di sekitar Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali.
Baca Juga: Beraksi di Kerumunan Ultah Jokowi, Pencopet Nyaris Diamuk Massa
Muhajir, seorang warga mengatakan, konvoi pesilat terjadi pada Jumat (19/6/2026) tengah malam hingga Sabtu (20/6/2026) dini hari.
Suara knalpot yang menggelegar sangat mengganggu kondisi psikologis pasien rumah sakit dan warga lainnya.
Muhajir mengaku sempat diancam oleh peserta konvoi saat mendokumentasikan konvoi sebagai bukti keresahan.
Dia juga menyayangkan tidak adanya petugas kepolisian di titik lokasi saat rombongan konvoi pesilat melintas.
“Harapan saya singkat saja, tangkap semua pelakunya jika melanggar. Pihak kepolisian harus mengambil tindakan yang tegas dan terukur,” pintanya, Senin (22/6/2026).
Fenomena konvoi yang meresahkan ini juga mendapat perhatian Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Boyolali Agus Ali Rosidi.
Ditegaskannya, pemeliharaan aspek keamanan serta ketertiban wilayah merupakan bentuk tanggung jawab kolektif yang wajib diemban oleh seluruh lapisan elemen masyarakat tanpa terkecuali.
“Kegiatan apapun kalau sudah merugikan masyarakat lain, ini juga tidak baik. Kami berharap masyarakat yang terlibat tidak mengulangi lagi,” ujar Agus.
Sebab itu, dia mendesak unsur kepolisian mengintensifkan pelaksanaan giat patroli preventif secara berkala di lapangan guna mengantisipasi peristiwa serupa tidak terulang.
"Kalau memang ada indikasi melanggar ketentuan Undang-Undang Lalu Lintas, saya kira dari pihak kepolisian bisa mengambil sikap tindakan tegas. Kalau ada unsur pelanggaran pidananya, tentu siapa pun sama di depan hukum tanpa kecuali,” tandasnya.
Baca Juga: Daftar Nama 22 Korban Luka Kecelakaan Bus Sumber Berlian Jaya di Ngargoyoso Karanganyar
Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana mengungkapkan, eskalasi situasi di lapangan telah dimitigasi dan dikendalikan secara penuh oleh jajaran Polres Boyolali.
Fajar mengimbau seluruh pesilat agar dapat merawat nilai ketertiban serta kedamaian dalam setiap penyelenggaraan kegiatan kelompok ke depan.
“Boleh konvoi tapi yang tertib, yang damai, tidak usah memakai knalpot brong ataupun wer-weran putar-putar di lingkungan masyarakat,” terang Dwi Fajar. (fid/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono