RADARSOLO.COM-Insiden kebakaran lahan terbuka kembali dilaporkan melanda wilayah Kabupaten Boyolali.
Sebuah kawasan rumpun tanaman bambu milik warga yang terletak di lingkungan Dusun Karangmojo RT 01/RW 04, Desa Teras, Kecamatan Teras, hangus terbakar, Senin (22/6/2026) siang.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono menjelaskan, personel Regu 01 Damkar Satpol PP Boyolali menerima laporan pengaduan kedaruratan pada pukul 12.20 WIB dari seorang saksi mata bernama Yoyok.
Baca Juga: Tebar Indukan Ikan, Polres Wonogiri Harap Peningkatan Ekonomi
Kronologi bermula saat saksi mata mendapati adanya kobaran api yang membakar area rumpun bambu di pekarangan belakang permukiman.
Petugas Damkar Boyolali yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman total.
Seluruh proses penjinakan api hingga tahapan pendinginan selesai pada pukul 13.30 WIB, dengan akumulasi total waktu penanganan selama 1 jam 10 menit.
Kondisi banyaknya tumpukan sampah berupa ranting kayu kering serta material mudah terbakar lainnya di sekitar titik lokasi menjadi faktor pemicu yang membuat kobaran api cepat membesar.
Hal ini diperparah oleh karakteristik cuaca terik musim panas serta hembusan angin kencang yang mempermudah sebaran lidah api ke area yang lebih luas.
Berdasarkan hasil pendataan, total luas lahan yang terbakar berkisar 6x12 meter.
Baca Juga: Posyandu Jadi Kunci Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Wonogiri
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Karena saksi melihat kobaran api di belakang rumah yang sudah membakar pohon bambu. Penyebab kebakaran belum diketahui,” kata Supriyono, Senin (22/6/2026).
Pihak Damkar memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.
Kompleks bangunan rumah tinggal di sekitar lokasi juga dilaporkan aman karena perambatan titik api berhasil diblokade petugas sebelum menyentuh struktur bangunan terdekat yang mayoritas bermaterial kayu.
Adapun nilai kerugian material secara spesifik hanya berupa kerusakan komponen rumpun bambu yang hangus.
Menyikapi kejadian ini, Supriyono mengimbau masyarakat melipatgandakan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sepanjang masa puncak musim kemarau 2026.
Baca Juga: SPMB 2026 Masuk Tahapan Daftar Ulang, SMA Di Solo Lebih Tertib, SMK Agak Padat
Karakteristik suhu panas dan kondisi lingkungan yang kering menjadi stimulan utama yang dapat mempercepat eskalasi titik api kecil.
“Jangan bakar sampah, rumput kering sembarangan, apalagi saat angin kencang. Pastikan puntung rokok padam sempurna sebelum dibuang. Bersihkan gulma kering di sekitar rumah dan pekarangan,” urai Supriyono memaparkan panduan protokol keselamatan.
Apabila warga mendeteksi adanya indikasi kemunculan titik api di lingkungannya, masyarakat diimbau untuk segera melakukan tindakan lokalisir awal secara gotong-royong.
Jika skala kebakaran terpantau sudah membesar, warga diminta untuk segera menghubungi unit pemadam kebakaran setempat agar draf penanganan darurat dapat segera diaplikasikan secara cepat dan terukur. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono