RADARSOLO.COM – Kunjungan wisatawan ke Museum R. Hamong Wardoyo Kabupaten Boyolali terus menunjukkan tren positif.
Hingga minggu terakhir Juni 2026, akumulasi jumlah pengunjung di museum ini dilaporkan telah menembus angka 2.678 orang.
Volume tersebut mengalami kenaikan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama (Januari–Juni) pada tahun 2025 yang tercatat sejumlah 2.085 pengunjung.
Baca Juga: Resmi Diumumkan! Marc Marquez Dapat Kontrak Baru dari Ducati, Bertahan Sampai MotoGP 2028
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupa Boyolali Sunardi menilai capaian ini merupakan buah dari strategi sosialisasi serta publikasi yang telah berjalan dengan baik.
"Periode yang sama tahun lalu sebesar 2.085, tahun ini sedikit meningkat sekitar 20% dari tahun lalu," ujar Sunardi, Selasa (23/6/2026).
Dengan target kunjungan yang dipatok sebanyak 5.000 wisatawan sepanjang tahun 2026, pihak museum kini telah berhasil merealisasikan lebih dari 53 persen target hanya dalam kurun waktu enam bulan pertama.
Hingga paruh pertama tahun ini, rata-rata kunjungan bulanan berada di angka 447 wisatawan.
Lonjakan pengunjung paling signifikan didominasi oleh kalangan pelajar.
Berikut adalah rincian profil pengunjung Museum R. Hamong Wardoyo selama periode Januari hingga Juni 2026:
- Pelajar: 1.901 orang
- Umum: 535 orang
- Seniman: 182 orang
- Mahasiswa: 60 orang
Baca Juga: Pohon Saninten di Ambang Punah, BTNGMb dan Universitas Tsukuba Jepang Gelar Riset Bersama
Berdasarkan lini masa bulanan, puncak kunjungan tertinggi terjadi pada bulan Juni dengan total 956 wisatawan.
Sebaliknya, periode paling sepi berada di bulan Maret yang hanya mencatatkan 101 pengunjung.
Edukator Museum R. Hamong Wardoyo, Farid Burhanudin, menyebutkan bahwa pihak pengelola tidak hanya berfokus pada perawatan benda bersejarah.
Melainkan juga melengkapi berbagai fasilitas penunjang bagi kenyamanan pengunjung.
Selain menyimpan koleksi zaman prasejarah, era kolonial, hingga masa kemerdekaan, museum ini telah dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, ruang gamelan, serta musala.
Beberapa koleksi unggulan yang menjadi daya tarik utama di museum ini meliputi:
- Tulang paha gajah purba (humerus stegodon) yang ditemukan di Kecamatan Andong.
- Fragmen dari dua candi Hindu-Buddha.
- Meriam dari era kolonial.
- Salinan naskah kuno di atas daun lontar dengan huruf Sanskerta dan Pegon.
Farid menambahkan, langkah sosialisasi yang dilakukan langsung ke sekolah-sekolah terbukti sangat efektif untuk mendongkrak angka kunjungan pelajar.
Pihak manajemen kini fokus mempertahankan tren kenaikan ini agar target akhir tahun dapat terpenuhi.
Baca Juga: Gencarkan Pemberantasan Narkoba, Polres Klaten Ungkap 15 Kasus dan 23 Tersangka dalam 4 Bulan
Target 5.000 wisatawan tersebut diperkirakan dapat terlampaui.
Mengingat data historis beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tren kunjungan ke museum selalu mengalami peningkatan jumlah yang masif pada enam bulan terakhir di setiap akhir tahun. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono