Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kerap Terjadi Pemadaman Listrik, Dishub Boyolali Siagakan Petugas Mobile di 23 Titik Lampu Merah

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB
Traffic light turut terdampak pemadaman listrik bergilir. Dishub Boyolali mengantisipasi kemacetan dengan menyiagakan personel mobile. (ISTIMEWA)
Traffic light turut terdampak pemadaman listrik bergilir. Dishub Boyolali mengantisipasi kemacetan dengan menyiagakan personel mobile. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM- Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali mengambil langkah taktis mengantisipasi potensi gangguan arus lalu lintas akibat  seringnya pemadaman listrik bergilir.

Dishub mengerahkan sebanyak 4 personel petugas bergerak (mobile) khusus untuk memantau serta menangani kondisi di 23 titik traffic light (TL) yang tersebar di seluruh wilayah Boyolali.

Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono menjelaskan, kebijakan pengerahan personel ini diambil lantaran pemadaman listrik secara bergilir mengakibatkan traffic light ikut mati total.

Baca Juga: Terungkap, Skema Pembagian Uang Rp20 Juta Ketua BEM FH UBK Usai Demo dan Ketemu Wapres Gibran

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu terjadinya penumpukan kemacetan, konflik arus kendaraan, hingga rawan kecelakaan di titik-titik persimpangan padat.

“Dishub menerjunkan 4 petugas secara mobile, untuk mengantisipasi pemadaman listrik bergilir. Karena traffic light ikut mati yang berdampak pada kelancaran arus lalu lintas,” jelas Insan, Selasa (23/6/2026).

Insan menerangkan bahwa fokus utama dari penugasan tim mobile tersebut tidak hanya saat lampu lalu lintas padam.

Melainkan justru tertuju pada momen saat aliran listrik kembali menyala.

Hal ini dikarenakan tidak semua perangkat traffic light dilengkapisistem otomatis yang mampu langsung menyelaraskan waktu siklus lampu seperti sediakala.

“Harus di-setting ulang. Sebab tidak semua traffic light otomatis bisa menyelaraskan waktu, seperti sebelum mati,” terang Insan.

Baca Juga: Solo Perluas Pelatihan Kerja dengan Jaminan Penempatan, Gelontorkan Dana Rp 2 Miliar

Jika tidak segera dilakukan pengaturan ulang pada komponen teknisnya, dikhawatirkan dapat memicu indikasi lampu merah menyala secara bersamaan dari berbagai arah atau durasi pergantian yang tidak sesuai, sehingga rawan membingungkan para pengendara.

Sebagai bentuk mitigasi dan peringatan dini bagi para pengguna jalan, Dishub Boyolali turut menyiapkan papan penanda darurat bertuliskan “Hati hati TL mati” di sejumlah area persimpangan berlampu lalu lintas.

Papan pemberitahuan ini bersifat temporer selama masa oglangan atau pemadaman listrik berlangsung, dengan tujuan agar pengendara meningkatkan kewaspadaan, menurunkan kecepatan, serta mendahulukan prinsip berkendara secara bergantian.

Saat ini, Dishub Boyolali tercatat mengoperasikan 23 titik lokasi TL aktif yang posisinya tersebar mulai dari pusat perkotaan hingga koridor yang padat akan aktivitas roda ekonomi serta pendidikan.

Baca Juga: Krisis Komunikasi Pascadegradasi, Suporter Persis Solo Minta Pemkot Jadi Penengah 

Menyiasati jumlah keterbatasan personel, pola patroli bergerak diaplikasikan secara bergilir dengan memprioritaskan titik-titik persimpangan yang memiliki volume arus kendaraan tinggi.

Insan mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati dan menjaga ketertiban berlalu lintas.

Khususnya pada jam-jam sibuk pergerakan masyarakat di pagi dan sore hari.

“Kami minta masyarakat memaklumi kondisi ini. Patuhi arahan petugas di lapangan dan utamakan keselamatan. Jika melihat TL mati atau error, segera laporkan ke Dishub agar bisa segera ditangani,” pesan Insan. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#lampu merah #petugas mobile #traffic light #dishub boyolali #pemadaman listrik