Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT, Kapolres Boyolali Siagakan Personel Gabungan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:05 WIB
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Polres Boyolali menyiapkan pengamanan penuh guna mengawal kelancaran rangkaian kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Boyolali.

Agenda massal tersebut akan diselenggarakan, Minggu (28/6/2026).

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan, draf langkah antisipasi dini telah ditempuh melalui pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) berkala bersama jajaran pengurus perguruan silat.

Baca Juga: SMP Program Khusus Solo Mulai Adopsi Kurikulum Internasional Tahun Ajaran 2026/2027

"Antisipasi awal sudah kami lakukan melalui rapat koordinasi dengan para ketua perguruan silat," terang kapolres, Rabu (24/6/2026). 

"Inisiasi pertama dilakukan di tingkat Soloraya yang berpusat di Kota Solo. Sebagai tindak lanjut, kami menggelar rakor serupa di tingkat Kabupaten di Mapolres Boyolali untuk menyamakan persepsi dan berkomitmen mengamankan kegiatan bersama," imbuh dia.

Skema pengamanan dirancang secara menyeluruh guna mencakup tiap tahapan prosesi.

Mulai dari fase pendadaran, pelaksanaan pesta jago, hingga puncaknya pada malam upacara pengesahan.

Langkah pengawasan ketat ini diklaim efektif dalam meminimalkan potensi gesekan antaranggota di lapangan.

Salah satu yang menjadi atensi utama kepolisian adalah penggunaan knalpot brong serta konvoi kendaraan di jalan raya.

Baca Juga: 13 Ribu Penganggur di Solo, Ribuan Pencari Kerja Serbu Career Expo Berebut 6.401 Lowongan

Pihak Polres Boyolali mengidentifikasi tantangan terbesar muncul dari kehadiran kelompok simpatisan atau massa cair yang datang dari luar wilayah hukum Boyolali.

"Fenomena knalpot brong ini memang kerap berulang. Kami sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari imbauan hingga melibatkan pengamanan internal atau Pasukan Pengamanan Terate (Pamter) untuk ikut menertibkan anggotanya," jelas kapolres.

Berdasarkan pemetaan petugas, rombongan penggembira maupun anggota senior terdeteksi sering kali bergerak masuk dari wilayah sekitar.

Seperti Kabupaten Sragen, Surakarta, Klaten, Semarang, hingga Kabupaten Ngawi, Jatim.

Baca Juga: DLH Jateng Ingatkan Risiko Kebakaran di Gunung Lawu hingga Slamet

Menyikapi hal tersebut, Polres Boyolali bersama unsurTNI dan jajaran aparatur pemerintah daerah akan menerapkan tindakan penertiban secara tegas di titik-titik perbatasan.

"Penindakan dan penertiban tetap kami lakukan secara tegas dan terukur. Fokus utama kami adalah mengarahkan massa agar tidak memicu konflik, baik internal maupun gesekan dengan perguruan silat lain," ungkap Indra. 

"Intinya, kami ingin menjaga agar para warga baru maupun anggota PSHT yang menghadiri acara ini tetap aman, selamat, dan aktivitas masyarakat umum tidak terganggu," lanjut dia.

Polres Boyolali juga telah memasang spanduk imbauan maupun MMT di sejumlah kawasan strategis di koridor Kota Boyolali.

Terdapat tiga poin instruksi utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh warga maupun simpatisan perguruan silat:

Baca Juga: Empat SDN di Karanganyar Nihil Pendaftar, Disdikbud Berdalih Berada di Wilayah Pinggiran

"Dengan komitmen bersama untuk mematuhi aturan tersebut, kami optimis seluruh rangkaian pengesahan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami dari jajaran aparatur pemerintahan, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menyatakan siap siaga penuh demi menjaga Boyolali tetap kondusif," pungkas kapolres. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#warga baru #psht #pengesahan #polres boyolali #pesilat