RADARSOLO.COM- Polres Boyolali menggelar kegiatan pasar murah atau bazar sembakodi halaman Perpustakaan Daerah (Perpusda) Boyolali, Rabu (24/6/2026) sore.
Sejak dibuka mulai pukul 15.00 WIB, puluhan warga terpantau telah memadati area lapak guna mengantre untuk membeli berbagai bahan komoditas kebutuhan pokok yang dijual dengan nilai di bawah harga pasar.
Baca Juga: SPPG 04 di Banyudono Boyolali Merugi Rp21 Juta, Sejumlah Peralatan Operasional Dikukut Maling
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan, agenda sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
"Alhamdulillah, kami dari jajaran Polres Boyolali menyelenggarakan bazar sembako murah di Simpang Siaga Kota Boyolali," jelas Indra.
Polres Boyolali mendistribusikan beberapa komoditas bahan pokok penting untuk kebutuhan rumah tangga.
Meliputi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng kemasan 2 liter, gula pasir, telur ayam, hingga produk makanan olahan berbahan dasar daging ayam seperti nugget.
"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, serta membantu warga untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," tutur Indra.
Guna mengantisipasi tingginya animo masyarakat, Polres Boyolali menyiapkan cadangan stok pangan dalam volume besar.
Rincian sembako murah yang disediakan yakni:
-
Beras: 1 ton.
-
Minyak Goreng: 1 ton.
-
Telur Ayam: 1 ton.
-
Makanan Olahan: 500 kilogram.
Kapolres memberikan garansi standarisasi kualitas seluruh bahan makanan yang diperjualbelikan kepada konsumen.
Salah satu contohnya adalah jaminan orisinalitas pada komoditas produk MinyaKita yang peredarannya saat ini tengah mendominasi di beberapa wilayah, khususnya di kawasan eks-Keresidenan Solo Raya.
"Kualitasnya sudah diuji dan dipastikan aman serta layak dikonsumsi oleh masyarakat," kata Indra.
Penyelenggaraan pasar murah ini mendapat respons positif dari kalangan warga setempat.
Baca Juga: Gandeng Danantara, Pemprov Jateng Bakal Bangun PSEL Solo Raya Berpusat di Sragen
Selain faktor selisih harga yang ekonomis dibandingkan pasar tradisional, mutu produk pangan dipastikan telah terverifikasi oleh pemerintah lewat jalur suplai resmi Perum Bulog.
Nenda, salah seorang warga menyatakan kepuasannya atas kesempatan untuk berbelanja di lapak pasar murah yang diinisiasi oleh Polres Boyolali.
“Mudah-mudahan bisa setiap hari ada kegiatan seperti ini,” tutur Nenda. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono