RADARSOLO.COM- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Boyolali mencatat adanya ketimpangan keterisian kuota.
Mayoritas SMP negeri belum mampu memenuhi kapasitas daya tampung rombongan belajar (rombel) siswa baru.
Berdasarkan data rekapitulasi, dari total 52 unit SMP negeri yang beroperasi di seluruh wilayah Boyolali, tercatat baru 20 sekolah yang berhasil memenuhi daya tampung secara maksimal.
Sedangkan 32 sekolah sisanya kekurangan murid dengan total akumulasi mencapai 1.561 kursi kosong.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Kuncoro menjelaskan, tingkat kekurangan jumlah calon murid baru bervariasi.
Rincian kekurangan kapasitas murid meliputi:
-
SMP Negeri 1 Nogosari: Kekurangan paling sedikit, yakni hanya 4 siswa dari batas total kuota.
-
SMP Negeri 1 Sawit: Kekurangan sebanyak 24 siswa.
-
SMP Negeri 2 Sawit: Kekurangan sebanyak 109 siswa.
-
SMP Negeri 3 Sawit: Kekurangan 112 siswa dari total daya tampung 256 kursi.
Kuncoro memaparkan, ketimpangan jumlah murid baru di Kecamatan Sawit dipicu lulusan jenjang Sekolah Dasar (SD) yang tidak sebanding dengan ketersediaan daya tampung di SMP negeri setempat.
“Sebagai contoh, total lulusan SD di seluruh Kecamatan Sawit hanya berjumlah 217 siswa. Jauh di bawah total daya tampung SMP negeri di wilayah tersebut,” jelasnya.
Guna mengatasi kekurangan murid baru, Disdikbud Boyolali membuka pendaftaran SPMB gelombang kedua.
Gelombang tambahan ini diberlakukan dengan kriteria regulasi khusus, yaitu diprioritaskan bagi calon siswa baru yang rekam jejaknya belum pernah melakukan pendaftaran atau dinyatakan belum diterima di sekolah negeri maupun sekolah swasta manapun.
SPMB gelombang kedua untuk SMP negeri yang daya tampungnya belum terpenuhi diselenggarakan secara online yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 hingga 26 Juni 2026.
Selain itu, Disdikbud Boyolali telah melakukan pelacakan terhadap sekitar 90 anak lulusan SD di wilayah Boyolali yang teridentifikasi dalam sistem data dan belum mendaftarkan diri ke jenjang sekolah lanjutan mana pun.
Baca Juga: Pengumuman PPPK Sekolah Rakyat 2026 Sudah Keluar, Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi di SSCASN BKN
Upaya ini agar mereka mendapatkan hak akses layanan pendidikan formal.
Dengan begitu, Disdikbud Boyolali memproyeksikan seluruh bangku kosong dapat terisi penuh secara merata sebelum kalender tahun ajaran baru digulirkan.
"Jangan sampai ada ruang kelas yang kosong, sementara masih ada anak yang belum sekolah," pungkas Kuncoro. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono