RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan Cabang Boyolali bersinergi dengan Puskesmas Boyolali 1 menggelar Sosialisasi Pengisian Skrining dan Pemantauan Kesehatan Siswa Sekolah Penerima MBG di SMA Negeri 1 Boyolali.
Kegiatan itu digelar dalam rangka membangun budaya hidup sehat sekaligus mendukung program strategis pemerintah pusat tersebut.
Diikuti siswa-siswi SMA N 1 Boyolali sebagai bentuk deteksi dini (skrining) terhadap kondisi kesehatan masing-masing.
Pemeriksaan pada skrining dilakukan pada pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah serta kondisi kesehatan secara umum.
Selain skrining, juga dilakukan edukasi terhadap warga sekolah akan pentingnya investasi kesehatan sejak dini. Demi menyongsong generasi emas yang sehat, cerdas dan produktif.
Pada kesempatan itu para siswa diberikan pemahaman terkait pengisian skrining kesehatan melalui aplikasi milik BPJS Kesehatan yakni Mobile JKN.
Hal ini bertujuan mengumpulkan data kesehatan siswa yang akurat sekaligus melatih kemandirian dalam memantau kondisi tubuh.
"Melalui kegiatan skrining kesehatan ini, kami berharap siswa di SMA N 1 Boyolali semakin peduli terhadap kondisi kesehatan mereka. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Deddy Febrianto, Kamis (25/6/2026)
Deddy menambahkan bahwa dalam kegiatan tersebut bersinergi dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Seperti puskesmas merupakan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Khususnya di lingkungan sekolah.
Pihak SMA N 1 Boyolali memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut.
Terlebih lagi dinilai memberikan pondasi yang kuat bagi siswa untuk lebih mawas diri terhadap kesehatan fisik mereka.
Wakil Kepala Kesiswaan SMA N 1 Boyolali Widodo menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh BPJS Kesehatan dan Puskesmas Boyolali 1.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya terhadap kesehatan siswa-siswi kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan, siswa juga memperoleh edukasi tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Widodo.
Melalui sosialisasi dan pemeriksaan tersebut, Widodo mengharapkan terbentuknya budaya hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Selain itu, data kesehatan yang akurat dari hasil skrining ini nantinya juga akan meningkatkan efektivitas program MBG dalam mendukung tumbuh kembang siswa.
“Kami juga berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut secara berkala,” tambah Widodo.
Melalui kondisi fisik yang prima, para siswa diharapkan dapat mengikuti proses belajar secara optimal. Harapannya mereka siap tumbuh menjadi generasi muda yang sehat, tangguh serta mampu menjadi tulang punggung bangsa dan negara. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono