Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Korsleting Listrik Bakar Kandang di Simo Boyolali, 2.500 Ekor Bebek Mati Terpanggang

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:17 WIB
kandang bebek milik warga di wilayah Desa Tegalrejo, RT 09/RW 03, Kelurahan Pentur, Kecamatan Simo, Boyolali, pada Minggu (28/6/2026) dini hari. (DOK.DAMKAR BOYOLALI
kandang bebek milik warga di wilayah Desa Tegalrejo, RT 09/RW 03, Kelurahan Pentur, Kecamatan Simo, Boyolali, pada Minggu (28/6/2026) dini hari. (DOK.DAMKAR BOYOLALI

RADARSOLO.COM – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah kandang bebek milik warga di wilayah Desa Tegalrejo, RT 09/RW 03, Kelurahan Pentur, Kecamatan Simo, Boyolali, pada Minggu (28/6/2026) dini hari.

Akibatny, hampir 2.500 ekor bebek peliharaan mati terpanggang di dalam kandang.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono mengungkapkan, laporan musibah kebakaran tersebut pertama kali diterima oleh Pos Damkar Regu 01 pada pukul 02.43 WIB.

Baca Juga: Resmi! Eks Striker Persis Solo Bruno Gomes Gabung Klub Liga Malta

Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi dan memulai tindakan lokalisasi api pada pukul 03.05 WIB.

Setelah berjibaku memadamkan kobaran api selama kurang lebih dua jam, amukan si jago berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 05.15 WIB.

Kandang ternak bebek yang terbakar tersebut diketahui merupakan milik warga setempat bernama Heri Wiyatno. 

Supriyono menjelaskan, titik api pertama kali disadari oleh tetangga sekitar yang melihat api berkobar dari arah kandang.

Saat warga mencoba melakukan pengecekan ke lokasi, bangunan kandang sudah dalam posisi terbakar hebat.

Dari total populasi 2.500 ekor bebek yang berada di dalam sekatan, hanya sebagian kecil yang berhasil keluar kandang. 

Berdasarkan hasil investigasi awal, penyebab kebakaran diduga kuat akibat terjadinya hubungan arus pendek (korsleting) pada instalasi jaringan listrik di dalam bangunan.

“Kejadiannya saat kandang baru saja ditinggal pulang oleh penjaganya. Arus pendek diduga terjadi tanpa ada yang memantau, sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh isi bangunan kandang,” terang Supriyono, Minggu (28/6).

Konstruksi bangunan kandang yang sebagian besar didominasi oleh material kayu serta bahan-bahan lain yang mudah terbakar, membuat perambatan api sangat agresif ke seluruh struktur bangunan.

Baca Juga: Update Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race di Assen: Martin Tempel Bezzecchi, Persaingan Aprilia Memanas

Amukan api dipastikan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Kendati demikian, kerugian materiil yang diderita oleh pemilik akibat kerusakan total bangunan dan kematian ribuan ternak ditaksir mencapai kurang lebih Rp100 juta. 

“Alhamdulillah seluruh proses pemadaman berjalan dengan lancar tanpa kendala. Setelah situasi di lokasi dinyatakan benar-benar aman dan kondusif, seluruh personel regu pemadam sudah ditarik kembali ke pos masing-masing,” pungkas Supriyono.(fid) 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kebakaran kandang bebek #Damkar Boyolali