RADARSOLO.COM-Aksi barbar di Kecamatan Teras, Boyolali menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit.
Bengkel shock breaker OJ Shock di Kecamatan Teras, Boyolali yang dihujani batu oleh massa di tengah konvoi perguruan silat, Senin (29/6/2026) dini hari merugi puluhan juta.
Perusakan tersebut telah dilaporkan ke Polres Boyolali untuk ditindaklanjuti.
Baca Juga: Rentetan Kisruh Konvoi Pesilat di Boyolali: Motor Dibakar, Rumah dan Bengkel Dirusak
Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indrawan Wira Saputra membenarkan telah menerima laporan dari pemilik bengkel.
“Satreskrim Polres Boyolali sedang melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut,” jelas Wira, Selasa (30/6).
Dalam laporannya, korban menyebut adanya penganiayaan dan perusakan bengkel.
Sementara itu, Ardi, pemilik bengkel mengetahui bengkelnya dirusak massa setelah mendapat laporan dari karyawannya.
Dia menyebut ada tiga mobil pelanggan mengalami kerusakan kaca belakang pecah akibat lemparan batu.
Kaca jendela bengkel juga pecah. Selain itu, dua karyawan bengkel menjadi korban penganiayaan dan pemukulan.
Baca Juga: Konvoi Pesilat Ganggu Ketenangan Pasien RS PKU Aisyiyah Boyolali, Warga yang Merekam Video Diancam
“Akibat kejadian itu, saya mengalami kerugian Rp30 juta hingga Rp40 juta,” ungkap Ardi.
Ardi mengaku tidak pernah punya masalah dengan orang lain. Bahkan anggota keluarganya juga merupakan anggota perguruan silat.
Dia berharap kejadian serupa tidak terulang.
Adam, salah seorang karyawan bengkel menambahkan, saat kejadian, dia bersama temannya sedang duduk di bengkel.
Tiba-tiba rombongan konvoi melakukan penyerangan, memukul, dan merusak mobil pelanggan yang sedang diperbaiki.
Baca Juga: Sambut Syuran 2026, PSHT Cabang Boyolali Larang Warga Konvoi dan Pakai Knalpot Brong
Adam mengaku mendapat pukulan di bagian pelipis dan kepala. Dia juga melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih menjelaskan, ada sekitar 7 orang terduga pelaku yang melakukan penganiayaan dan pemukulan terhadap dua karyawan bengkel.
"Pelaku juga memecahkan kaca tiga mobil dan kaca jendela bangunan bengkel,” kata Winarsih.
Terkait motif penyerangan, Winarsih mengatakan masih dalam penyelidikan. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono