RADARSOLO.COM— Seluruh rangkaian proses pemulangan kelompok terbang (kloter) jemaah haji pada Debarkasi Solo resmi berakhir.
Kedatangan rombongan jemaah yang tergabung dalam Kloter 81 menjadi penutup akhir dari fase kepulangan para jemaah yang sebelumnya diberangkatkan melalui Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali.
Baca Juga: Siapa Emi Aramaki? Profil Istri Baru Vanness Wu F4 yang Lulusan Kampus Top Inggris
Pesawat yang memnawa Kloter 81 tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali pada Selasa (30/6/2026) sekira pukul 17.06 WIB.
Setelah menyelesaikan prosedur keimigrasian di bandara, seluruh jemaah bergerak memasuki AHD Boyolali pada pukul 18.20 WIB.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo Fitriyanto mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas aspek kelancaran operasional pemulangan massal tersebut.
"Alhamdulillah, pada sore ini kita telah kedatangan kloter 81 yang merupakan kloter terakhir atau biasa kita sebut sebagai 'kloter sapu jagat’," ujar Fitriyanto.
Sebanyak 357 jemaah beserta jajaran petugas pendamping dilaporkan tiba di lingkungan Asrama Haji dalam kondisi selamat dan sehat walafiat, di mana seluruh proses kepulangan berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Fitriyanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen dukungan yang diberikan oleh segenap elemen lintas sektor sepanjang masa penyelenggaraan haji tahun 2026.
"Kami bersyukur atas kelancaran dan kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT dalam melayani jemaah haji dari awal hingga akhir," jelasnya.
"Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder kementerian dan lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji ini," imbuh Fitriyanto.
Di samping itu, ia turut memberikan apresiasi terhadap peran aktif media massa yang konsisten menyajikan keterbukaan informasi, sehingga pihak keluarga jemaah di tanah air senantiasa memperoleh kabar perkembangan yang jelas dan valid.
Sementara itu, merujuk data PPIH Debarkasi Solo hingga Selasa (30/6/2026) malam, tercatat total sebanyak 54 jemaah asal Embarkasi Solo yang dinyatakan wafat di Tanah Suci.
Sementara itu, dilaporkan pula terdapat 6 orang jemaah yang posisinya masih tertinggal di Arab Saudi karena harus menjalani perawatan medis akibat sakit.
"Kami akan terus memantau perkembangan kondisi mereka. Jika sudah dinyatakan layak terbang atau fit to fly, mereka akan segera dipulangkan dengan fasilitas dari pihak Garuda Indonesia hingga tiba di Jakarta," jelas Fitriyanto.
Apabila setibanya di Jakarta kondisi jemaah dinilai masih memerlukan tindakan perawatan medis atau fase istirahat lanjutan, maka yang bersangkutan akan langsung dirujuk menuju ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede.
Sebaliknya, jika indikator kesehatannya terpantau sudah membaik, para jemaah akan langsung diterbangkan menuju ke Solo atau Semarang agar dapat segera dijemput oleh petugas daerah dan diantarkan langsung menuju ke kediaman masing-masing. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono