RADARSOLO.COM– Sebanyak 941 jemaah haji asal Kabupaten Boyolali telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Dari total 943 jemaah yang berangkat, 1 jemaah dinyatakan wafat dan 1 jemaah lainnya masih tertinggal di Arab Saudi karena menjalani perawatan medis.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali Sauman menyampaikan laporan kepulangan jemaah per Selasa (30/6).
"Alhamdulillah, dari kloter 81 telah tiba kembali di tanah air dengan selamat. Dari total keseluruhan 943 jemaah Boyolali, sebanyak 941 jemaah telah pulang ke rumah masing-masing," ujarnya.
Sauman merinci, tercatat ada 1 jemaah yang wafat pada 5 Juni lalu. Dan 1 jemaah lainnya masih tertinggal di Madinah untuk menjalani perawatan medis.
Jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Madinah adalah seorang jemaah wanita dari kloter 56.
Dia mengalami gangguan kesehatan pada paru-parunya.
Jemaah tersebut belum dinyatakan layak terbang atau fit to fly sehingga belum bisa dipulangkan bersama rombongan.
Untuk kloter 81 yang menjadi kloter penutup, terjadi penambahan jumlah jemaah saat kepulangan.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Bhayangkara 2026 Gratis Terbaru, Cara Mudah Buat dan Download Lengkap
"Untuk kloter 81 sendiri, jumlah jemaah saat berangkat awalnya adalah 15 orang, namun saat pulang bertambah menjadi 16 orang," kata Sauman.
Penambahan itu karena ada jemaah kloter 56 yang pindah ke kloter 81, karena melakukan tanazul atau mutasi/pindah kloter ke kloter 81 demi alasan kesehatan, sehingga ia bisa pulang bersama rombongan kloter ini.
Ketua PPIH Debarkasi Solo Fitriyanto memastikan pihaknya terus memantau kondisi jemaah yang tertinggal.
"Untuk jemaah yang masih dirawat, kami koordinasi intensif dengan PPIH Arab Saudi dan KKHI Madinah. Begitu dokter menyatakan fit to fly, langsung diproses kepulangannya," katanya.
Skema pemulangan mengikuti aturan PPIH Pusat.
Jemaah akan diterbangkan dengan fasilitas Garuda Indonesia ke Jakarta.
Setibanya di Jakarta, apabila masih perlu perawatan akan dirujuk ke Rumah Sakit Haji Pondok Gede.
Jika kondisinya sudah stabil, langsung diterbangkan ke Solo atau Semarang.
Dari Solo atau Semarang, jemaah akan dijemput petugas, dan mengantarkan langsung ke rumah masing-masing.
“Keluarga tidak perlu menjemput ke bandara. Kami yang pastikan sampai rumah dengan aman," tegasnya.
Sebagai evaluasi untuk penyelenggaraan ke depan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terkait aspek istitha'ah (kesiapan) kesehatan jemaah.
Pada tahun ini, masih ada catatan mengenai jemaah yang kurang sehat atau mengalami demensia setibanya di asrama haji, sehingga terpaksa harus dipulangkan ke daerah asal (tercatat ada sekitar 70 jemaah yang dipulangkan).
Ke depannya, pemeriksaan kesehatan akan dimulai lebih awal agar jemaah memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan kondisi fisik mereka.
Dengan begitu, jemaah dapat berangkat sesuai jadwal kloter masing-masing dan tidak ada lagi kasus jemaah yang sudah tiba di asrama haji tetapi terpaksa dipulangkan.(fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono