Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 10 Juli 2026 | 09:22 WIB
Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas (Abdul Khofid/Radar Solo)
Dua Proyek Besar di Boyolali Mulai Dilelang, Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi Jadi Prioritas (Abdul Khofid/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mulai menjalankan proses lelang sejumlah proyek infrastruktur untuk tahun anggaran 2026.

Sebagai tahap awal, dua paket proyek besar yang telah masuk lelang adalah pembangunan Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, mengonfirmasi bahwa pengerjaan proyek yang melalui jalur Penunjukan Langsung (PL) sebenarnya sudah berjalan sejak awal. 

Namun, untuk proyek skala besar yang menggunakan sistem lelang tender, baru dua paket tersebut yang mulai diproses.

"Keduanya baru sebatas berjalan (proses lelang), jadi belum ada pemenang pastinya," ujar Ahmad Gojali.

Ahmad Gojali membeberkan, keterlambatan peluncuran lelang tender ini terjadi akibat dinamika geopolitik global.

Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat sempat memicu fluktuasi hingga kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Kondisi tersebut berdampak langsung pada melambungnya harga material konstruksi di pasar domestik.

"Mengapa baru dua proyek ini? Karena kemarin sempat terjadi beberapa kali kenaikan harga akibat situasi geopolitik global. Kenaikan ini tentu berpengaruh langsung pada harga material konstruksi di lapangan," jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Boyolali bergerak cepat melakukan penyesuaian Standar Harga Satuan (SHS) guna menghindari gagal lelang.

"Kami melakukan penyesuaian harga terlebih dahulu. Setelah harga SHS ditetapkan dan Surat Edaran (SE) Bupati terkait harga SHS tersebut keluar, barulah pada akhir Juni kemarin proses lelang ini bisa dimulai kembali," tambahnya.

Kenaikan harga material dipastikan bakal memengaruhi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026. 

Ahmad Gojali menyebutkan, demi menyesuaikan pagu anggaran yang ada, kemungkinan besar akan dilakukan pengurangan volume pekerjaan atau pengalihan spesifikasi material.

"Berdasarkan DPA yang sudah ditetapkan untuk tahun anggaran 2026 ini, kemungkinan akan ada pengurangan volume atau penyesuaian jenis material yang digunakan," katanya.

Kendati demikian, ia memastikan bahwa perubahan tersebut tidak akan dilakukan sembarangan. Teknis pengurangan akan dikaji secara ketat oleh tim ahli.

Mengenai detail bagian apa saja yang akan dipotong atau disesuaikan, hal tersebut akan ditentukan oleh konsultan perencana bersama PPKom (Pejabat Pembuat Komitmen). 

“Merekalah yang mengkaji aspek teknisnya. mana pekerjaan yang bisa ditunda atau dikurangi, serta bagaimana spesifikasi atau kualitas barangnya disesuaikan,” bebernya.

Mengenai lini masa pengerjaan, proses lelang tender ini diperkirakan memakan waktu antara 21 hari hingga satu bulan.

Proyek Pasar Karanggede dan Puskesmas Juwangi sengaja didahulukan karena membutuhkan durasi pengerjaan yang relatif lama.

Dua proyek besar tersebut ditargetkan selesai paling lambat Desember 2026.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Puskesmas Juwangi #Boyolali #Pemkab Boyolali #pasar karanggede #proyek infrastruktur