Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Kreatif! Warga Musuk Boyolali Sulap Limbah Busa Sandal Jadi Kostum Karnaval Senilai Rp8 Juta

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:03 WIB
Aneka kostum karnaval berbahan limba busa sandal karya Johan Aditya, warga Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Aneka kostum karnaval berbahan limba busa sandal karya Johan Aditya, warga Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Siapa sangka limbah busa sandal yang selama ini dianggap sampah tidak berguna, kini menjelma menjadi sumber rezeki yang menjanjikan.

Di tangan kreatif Johan Aditya, warga Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk, Boyolali, limbah tersebut disulap menjadi aneka kostum karnaval bernilai jual tinggi. 

Dari sebuah workshop sederhana di kawasan kaki Gunung Merapi, Johan membuktikan bahwa sampah bisa diubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Baca Juga: Cara Cek Saldo Bansos PKH Tahap 3 2026 Lewat HP, Siap Cair 20 Juli Pekan Depan

Ia menciptakan berbagai karakter kostum karnaval dengan menggunakan bahan dasar spon ati atau limbah busa sandal.

Kostum-kostum hasil karya Johan dirancang sedemikian rupa hingga tampak hidup saat dikenakan.

Variasi karakter yang dibuatnya mulai dari tokoh Hanoman, makhluk mitologi berbentuk serigala, tokoh pewayangan, karakter perempuan berkebaya, hingga bentuk kepala hewan seperti kerbau, singa, dan macan.

"Untuk bahan saya lebih milih ke spon ati. Spon sandal itu lebih elastis juga, pemotongannya gampang dan juga enak buat dibentuk," jelas Johan.

Proses pembuatan karya seni dimulai dengan memotong busa sesuai pola draf, kemudian diukir dan dirakit satu per satu.

Kerapian detail menjadi kunci utama agar kostum terlihat menyerupai karakter aslinya.

Baca Juga: Sekda Wonogiri Masuk Tiga Besar Penghargaan Nasional Kepemimpinan Digital

Untuk kostum karakter perempuan, waktu pengerjaan memakan waktu 2 hingga 3 hari.

Sementara untuk karakter monster dengan tingkat kerumitan tinggi bisa memakan waktu produksi hingga 2 bulan.

Mengenai harga jual, Johan membanderol karyanya dengan nominal yang bervariasi.

Untuk kategori karakter perempuan dijual dari harga Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

Sedangkan untuk karakter monster dengan detail rumit dijual mulai dari Rp2 juta hingga Rp8 juta.

Baca Juga: Temuan Belatung di Menu MBG untuk PAUD di Ngemplak, Dinkes Boyolali Terjunkan Tim Puskesmas Cek Kesehatan Murid

Di samping melayani penjualan, koleksi kostum ini juga disewakan untuk berbagai kebutuhan acara.

Usaha yang awalnya hanya coba-coba ini dirintis Johan sejak dua tahun lalu, setelah dirinya terinspirasi melihat tayangan festival karnaval di media sosial.

"Siapa sangka, hobi yang awalnya hanya iseng kini berubah menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan," ujarnya.

Menjelang momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI pada bulan Agustus, pesanan kostum karnaval dilaporkan terus berdatangan dari berbagai daerah.

Dalam kurun waktu sebulan, Johan mampu memproduksi puluhan kostum karakter umum dan beberapa kostum monster, hingga meraup total omzet puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Kejagung Jawab Misteri Rumah Sentul Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tak Ada di LHKPN: Tempat Simpan Emas 74 Kg Ternyata Lolos Pengawasan?

Salah satu pelanggan setianya, Hafid, yang merupakan pemilik usaha persewaan kostum karnaval, sengaja datang langsung ke workshop untuk menambah stok unit usahanya guna memesan karakter Hanoman dan Serigala.

"Kebanyakan buat Agustusan, buat karnaval," kata Hafid.

Hafid memilih memesan di tempat Johan karena kualitas detail kostum dinilai sangat rapi dengan patokan harga yang masih terjangkau di pasaran. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
musuk boyolali limbah busa sandal kostum karnaval kerajinan