RADARSOLO.COM- Seorang pendaki asal Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia di Basecamp Pendakian Gunung Merbabu Via Selo, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (18/7/2026) siang.
Korban diketahui bernama Adityo Rahmat Eko Prayudi, 38, warga Metland Trasyogi Cluster Ebini EB 25/98 RT 002/020, Kelurahan Cilengsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolsek Selo AKP Kiryanta mengatakan, berdasarkan laporan di lapangan, korban bersama 3 orang temannya berangkat mendaki Gunung Merbabu Via Selo, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sesampai di Pos Bayangan 1, korban merasa tidak enak badan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian.
Korban kemudian turun kembali ke Basecamp milik warga bernama Parman Purwanto.
Sekitar pukul 11.30 WIB, korban tiba di basecamp. Namun tiba-tiba korban terjatuh di teras basecamp.
"Saksi 1 melihat kejadian tersebut dan langsung memanggil saksi 2 untuk memberikan pertolongan. Korban kemudian dibalikkan posisinya dan diberi bantal, namun korban sudah tidak sadarkan diri,” jelas Kapolsek
Saksi 2, Dimas Edi Sugito, warga Desa Tarubatang, kemudian menghubungi pihak Puskesmas Selo.
Setelah petugas medis tiba dan melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
Selanjutnya dibawa ke Puskesmas Selo sambil menunggu kedatangan pihak keluarga.
Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari Puskesmas Selo, korban meninggal dunia diduga karena serangan jantung," terang kapolsek.
"Korban sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit hipertensi kronis. Dari pemeriksaan luar juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," lanjut Kiryanta.
Baca Juga: Sosok Ini Dirumorkan Gabung Persis Solo, Statistiknya Musim Lalu Cukup Bagus di Liga 1
Usai kejadian tersebut, polisi bersama petugas Puskesmas dan pengelola basecamp berkoordinasi dengan keluarga korban di Bogor untuk proses lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan pendakian, terutama yang memiliki riwayat penyakit.(fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com