Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Kronologi Lengkap Pendaki Asal Bogor yang Meninggal di Basecamp Gunung Merbabu Via Selo: Detik-Detik Korban Drop di Pos Bayangan 1

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 19 Juli 2026 | 08:05 WIB
Gunung Merbabu. (Dok Radar Solo)
Gunung Merbabu. (Dok Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM — Aktivitas mendaki gunung sejatinya jadi momen rekreasi yang menyenangkan. Namun, cerita pilu justru datang dari Gunung Merbabu.

Seorang pendaki pria asal Cileungsi, Bogor, dilaporkan meninggal dunia di basecamp jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Kabupaten Boyolali pada Sabtu (18/7/2026) siang.

​Korban diketahui bernama Adityo Rahmat Eko Prayudi, 38, asal Cilengsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Baca Juga: Hasil Akhir Prancis vs Inggris Piala Dunia 2026: Drama Hujan 10 Gol, Sihir Bukayo Saka Hancurkan Asa Juara 3 Les Bleus

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, korban diduga kuat mengalami serangan jantung mendadak di area basecamp.

​Berikut kronologi lengkapnya yang dihimpun dari laporan resmi kepolisian.

Jam 10.00 WIB: Mulai Mendaki dari Jalur Selo

​Pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Adityo bersama tiga orang temannya tiba di wilayah Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali. 

Baca Juga: PSIM Jogja Kunci 14 Elemen Tim, Laskar Mataram Pilih Pertahankan Fondasi

Setelah mengurus perizinan, rombongan ini mulai melangkahkan kaki masuk ke jalur pendakian Gunung Merbabu.

​Namun, baru saja berjalan beberapa saat dan tiba di Pos Bayangan 1, kondisi tubuh Adityo mendadak menunjukkan tanda-tanda tidak beres. 

 

Ia mengeluhkan rasa tidak enak badan.

Adityo kemudian memilih putar balik dan membatalkan niatnya melakukan pendakian.

Dia pun berjalan turun menuju basecamp milik warga setempat, Parman Purwanto, untuk memulihkan kondisi.

Baca Juga: Sempat Merasa Tidak Enak Badan, Pendaki Gunung Merbabu Asal Bogor Meninggal di Basecamp Selo Boyolali

Jam 11.30 WIB: Tumbang di Teras Basecamp

​Perjalanan turun dari Pos Bayangan 1 memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. 

Sekitar pukul 11.30 WIB, Adityo akhirnya sampai di area basecamp.

​Namun, sesampainya di area teras basecamp, tubuh pria berusia 38 tahun ini mendadak limbung. 

Baca Juga: Profil dan Statistik Saddam Gafar, Dirumorkan Gabung Persis Solo di Liga 2: Sempat Gabung Timnas dan Jadi Idola PSS Sleman

Dia langsung jatuh terjerembab ke arah depan di lantai teras.

"Saksi satu melihat kejadian tersebut dan langsung memanggil warga lain untuk memberikan pertolongan. Korban kemudian dibalikkan posisinya dan diberi bantal, namun korban sudah tidak sadarkan diri,” jelas Kapolsek Selo AKP Kiryanta.

Jam 12.00 WIB: Pemeriksaan Medis dan Evakuasi Jenazah

​Melihat kondisi korban yang tak kunjung merespons, warga segera menghubungi pihak Puskesmas Selo agar tim medis darurat langsung meluncur ke lokasi. 

Sayangnya, begitu petugas kesehatan tiba di basecamp dan melakukan pemeriksaan denyut nadi serta tanda vital lainnya, Adityo dinyatakan telah meninggal dunia.

​Aparat kepolisian dari Polsek Selo yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP awal bersama tim medis. 

Baca Juga: Asal Klub dan Statistik Gol Henri Doumbia, Striker Yang dirumorkan Gabung Persis Solo

Almarhum kemudian dibawa ke Puskesmas Selo sembari menunggu penjemputan dari pihak keluarga.

​Dari hasil visum luar, Kiryanta menegaskan tidak ada tanda-tanda luka akibat penganiayaan atau kekerasan fisik. 

Tim dokter Puskesmas Selo menyimpulkan bahwa kematian korban dipicu oleh serangan jantung mendadak.

"Korban sebelumnya juga memiliki riwayat penyakit hipertensi kronis," terang Kapolsek. 

​Saat ini, pihak kepolisian bersama pengelola basecamp jalur Selo telah berkoordinasi secara intensif dengan pihak keluarga mendiang di Bogor untuk memproses pemulangan jenazah ke rumah duka.

 

Editor : Syahaamah Fikria
selo gunung merbabu pendaki meninggal pendakian