PLN UPT Salatiga Gerak Cepat, Aliran Listrik Kembali Normal dalam 7 Menit Pasca-Gangguan GI Ampel Boyolali

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:02 WIB
Kondisi Gardu Induk (GI) Ampel, Kabupaten Boyolali. (ISTIMEWA)
Kondisi Gardu Induk (GI) Ampel, Kabupaten Boyolali. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga bergerak cepat memulihkan pasokan listrik ke pelanggan.

Menyusul terjadinya gangguan pada salah satu komponen incoming Trafo Tenaga di Gardu Induk (GI) Ampel, Kabupaten Boyolali, pada Jumat (17/7) dini hari.

Berkat kesiapan sistem proteksi dan respons cepat petugas di lapangan, aliran listrik ke pelanggan berhasil dinormalisasi kembali hanya dalam waktu 7 menit.

Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, PLN UIP JBTB Salurkan Bantuan Program TJSL untuk Petani Milenial Melon di Winong Boyolali

Manager PLN UPT Salatiga Ardylla Rommyonegge menjelaskan, kecepatan pemulihan ini merupakan hasil dari penerapan konfigurasi sistem transmisi yang andal dan skema proteksi berlapis.

"Prioritas utama kami adalah meminimalkan dampak gangguan pada pelanggan. Begitu sistem mendeteksi adanya anomali, pasokan listrik langsung dialihkan secara bertahap sehingga masyarakat bisa kembali menikmati listrik hanya dalam kurun waktu 7 menit," terang Ardylla. 

"Sementara itu, proses normalisasi sistem kelistrikan secara menyeluruh di gardu induk diselesaikan dalam waktu kurang dari 72 jam dengan aman dan sesuai prosedur," lanjutnya.

Sesaat setelah gangguan terdeteksi, petugas siaga langsung menjalankan prosedur tanggap darurat untuk mengamankan lokasi dan mengisolasi peralatan yang terdampak.

PLN juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali serta instansi terkait untuk memastikan area kerja benar-benar kondusif.

PLN memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.

Baca Juga: Sambut Bulan Muharram, YBM PLN UP3 Sukoharjo dan Rumah Zakat Hadirkan Keceriaan "Adventure of Kindness" Bagi Anak Yatim

Dalam penanganan tersebut, PLN menerjunkan 15 personel internal bersama 20 personel mitra kerja.

Tim gabungan ini fokus pada pengamanan lokasi, inspeksi peralatan, investigasi teknis, hingga penyelesaian normalisasi sistem secara bertahap.

Menurut Ardylla, gardu induk modern PLN telah dirancang dengan sistem pengamanan otomatis.

Ketika terjadi indikasi gangguan, sistem langsung mengisolasi peralatan yang mengalami anomali secara mandiri agar gangguan tidak meluas.

Hal inilah yang menjaga keselamatan personel di lapangan sekaligus mempercepat pemulihan beban kelistrikan.

Baca Juga: Bangun Infrastruktur Mobil Listrik, PLN Perluas Jaringan SPKLU di Sragen

Saat ini, penyebab pasti gangguan masih dalam proses investigasi teknis oleh tim internal PLN.

Hasil evaluasi nantinya akan digunakan untuk memperkuat keandalan aset dan meningkatkan langkah mitigasi di masa depan.

PLN menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali, aparat keamanan, dan pemerintah daerah selama proses penanganan di lapangan.

Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, PLN UPT Salatiga yang saat ini mengelola 34 Gardu Induk & GITET serta 1.893,51 kilometer sirkit (kms) jaringan transmisi di Jawa Tengah, akan terus memperkuat pengelolaan aset berbasis predictive maintenance dan digitalisasi monitoring.

PLN berkomitmen untuk selalu memberikan layanan kelistrikan yang profesional, responsif, dan mengedepankan aspek keselamatan bagi masyarakat, sektor industri, serta pelayanan publik. (wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
pln upt salatiga gardu induk (GI Ampel Boyolali pemulihan gangguan listrik pelanggan