PLN UPT Salatiga Pastikan Penanganan Gangguan Gardu Induk Ampel Berjalan Cepat, Targetkan Penormalan Menyeluruh Kurang dari 72 Jam

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:20 WIB
Dalam menjalankan proses recovery fisik  Gardu Induk (GI) Ampel, Kabupaten Boyolali, PLN UPT Salatiga berkolaborasi erat dengan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Tengah & DIY (UP2D JTD) dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Salatiga. (ISTIMEWA)
Dalam menjalankan proses recovery fisik Gardu Induk (GI) Ampel, Kabupaten Boyolali, PLN UPT Salatiga berkolaborasi erat dengan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Tengah & DIY (UP2D JTD) dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Salatiga. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM-PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga memastikan proses penanganan gangguan pada salah satu komponen incoming Trafo Tenaga #1 di Gardu Induk (GI) Ampel, Kabupaten Boyolali, berjalan cepat, aman, dan sesuai standar operasional ketenagalistrikan.

Pada Minggu (19/7/2026), petugas di lapangan terus bekerja secara maraton dan menargetkan seluruh proses normalisasi sistem kelistrikan selesai dalam waktu kurang dari 72 jam.

Gangguan yang terjadi berhasil ditangani secara taktis melalui penerapan sistem proteksi kelistrikan, respons cepat petugas siaga, serta koordinasi yang baik dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali dan instansi terkait.

Baca Juga: PLN UPT Salatiga Gerak Cepat, Aliran Listrik Kembali Normal dalam 7 Menit Pasca-Gangguan GI Ampel Boyolali

PLN memastikan peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka, sementara investigasi teknis terus dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan sekaligus memperkuat langkah mitigasi ke depan.

Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge mengatakan bahwa keselamatan masyarakat, personel, dan keandalan sistem merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan.

Begitu sistem mendeteksi adanya anomali pada salah satu peralatan, petugas kami segera menjalankan prosedur tanggap darurat untuk mengamankan lokasi, mengisolasi peralatan yang terdampak, serta memastikan proses penanganan berlangsung aman," ujar Ardylla.

"Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh rangkaian pemulihan fisik dan sistem kelistrikan ini secara menyeluruh dalam kurun waktu kurang dari 72 jam agar masyarakat segera mendapatkan sistem pasokan yang kembali andal,” lanjutnya.

Sebagai unit yang bertanggung jawab mengelola Gardu Induk Ampel, PLN UPT Salatiga langsung menerjunkan tim teknis untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap peralatan yang terdampak.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa Trafo Tenaga #1 berada dalam kondisi baik, sehingga fokus pekerjaan pemulihan diarahkan pada penggantian kabel daya (power cable) pada jalur incoming yang berdasarkan hasil pengujian teknis dinyatakan tidak memenuhi standar kelayakan operasi.

Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan, PLN UIP JBTB Salurkan Bantuan Program TJSL untuk Petani Milenial Melon di Winong Boyolali

Keputusan untuk mengganti kabel daya dengan material baru merupakan langkah preventif PLN guna memastikan keandalan sistem tetap terjaga serta meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang.

Untuk mempercepat proses pemulihan agar selesai sesuai target di bawah 72 jam, PLN UPT Salatiga melakukan mobilisasi material pengganti dari beberapa unit.

Meliputi panel incoming, kabel daya, terminasi kabel, serta berbagai material pendukung lainnya.

Tahapan krusial yang telah diselesaikan meliputi investigasi gangguan, pengamanan area kerja, pengujian transformator, pembongkaran peralatan yang mengalami gangguan, pemasangan kubikel incoming baru, serta sebagian besar proses penarikan dan terminasi kabel daya baru.

Dalam menjalankan proses recovery fisik ini, PLN UPT Salatiga berkolaborasi erat dengan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Jawa Tengah & DIY (UP2D JTD) dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Salatiga.

Sinergi ini dilakukan untuk mengoptimalkan manuver jaringan distribusi guna meminimalkan dampak padam di sisi pelanggan selama proses perbaikan berlangsung.

Baca Juga: Bangun Infrastruktur Mobil Listrik, PLN Perluas Jaringan SPKLU di Sragen

Saat ini, tim PLN tengah menyelesaikan tahapan akhir pemulihan.

Secara bertahap, proses penormalan beban (load balancing) terus dipantau dan disesuaikan melalui koordinasi terintegrasi antarlini agar pasokan daya ke pelanggan kembali stabil tanpa menimbulkan gejolak pada sistem kelistrikan regional.

Langkah akhir ini meliputi penyelesaian pemasangan kabel daya, pengujian fungsi dan stabilitas sistem, final check, proses energize, pemantauan pasca-energize, hingga normalisasi pembebanan penuh sesuai standar operasi perusahaan.

Prinsip kami bukan hanya memulihkan sistem secepat mungkin, tetapi memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar keselamatan dan kualitas," terang Ardylla.

"Melalui kolaborasi solid bersama rekan-rekan di UP2D JTD dan UP3 Salatiga, upaya percepatan penormalan total yang kami targetkan rampung dalam kurun waktu kurang dari 72 jam ini dapat berjalan optimal. Ini adalah bentuk komitmen PLN untuk menghadirkan kembali sistem transmisi dan distribusi yang andal serta aman bagi masyarakat,” tambah Ardylla.

PLN juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses penanganan di lapangan sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dengan baik.

Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, PLN terus memperkuat pengelolaan aset transmisi melalui pemeliharaan preventif, condition based maintenance, digitalisasi pemantauan peralatan, serta peningkatan kompetensi personel.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, YBM PLN UP3 Sukoharjo Dukung UMKM Naik Kelas Melalui Program Modal Usaha Berbasis Masjid

PLN mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Gardu induk merupakan infrastruktur strategis yang telah dilengkapi dengan sistem proteksi berlapis untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan secara otomatis, sehingga risiko terhadap sistem kelistrikan dapat diminimalkan. 

PLN berkomitmen menyelesaikan seluruh proses pemulihan secara tuntas dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, dan keandalan pasokan listrik. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
pln upt salatiga gardu induk ampel perbaikan gangguan Boyolali prioritas utama