RADARSOLO.COM- Kebakaran giliran melanda lahan tebu di Dukuh Gatak, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali, Senin (20/7/2026) siang.
Amukan si jago merah yang menjalar sangat dekat dengan bangunan SD Negeri (SDN) 3 Kopen memicu kepanikan para guru dan warga sekitar.
Titik api kali pertama muncul sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi cuaca panas dengan angin cukup kencang membuat kobaran api cepat membesar, hingga mendekatibangunan sekolah.
Baca Juga: Bertubi-tubi Muncul Masalah, Kemenag Wonogiri Kaji Desakan Ponpes Santri Manjung Ditutup
Rini, guru SDN 3 Kopen mengungkapkan, saat kejadian, dia berada di area lingkungan sekolah.
"Anak-anak pulang jam 14.00 kurang. Titik api dari tengah, (muncul) sekitar jam 14.00. Kami sempat takut kalau api merembet ke bangunan perpustakaan sekolah yang berbatasan langsung dengan lahan tebu," ungkapnya.
Pantauan di lokasi, lahan tebu yang terbakar berada tepat di sisi timur sekolah dengan jarak kurang dari 3 meter dari bangunan utama.
Mendapat laporan darurat dari warga, personel Damkar Satpol PP Boyolali bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Setiba di lokasi, petugas segera mengisolasi dan memadamkan titik api yang berbatasan langsung dengan bangunan sekolah.
Proses pemadaman sempat menghadapi tantangan karena munculnya beberapa titik api baru.
Setelah kobaran api di dekat bangunan sekolah berhasil dipadamkan, api kembali menyala di titik lain tepat di bagian tengah lahan tebu.
Hingga pukul 16.20 WIB, personel Damkar Satpol PP masih berjaga di lokasi untuk melakukan proses pendinginan sekaligus mengantisipasi munculnya titik api susulan.
Anggota Damkar Satpol PP Boyolali Oktavian menjelaskan, meski api utama sudah dapat dikendalikan, pemantauan intensif tetap wajib dilakukan agar area benar-benar steril dari potensi kebakaran berulang.
“Titiknya ternyata banyak. Tapi sudah mandali (aman terkendali). Kami tinggal menunggu sampai benar-benar hilang apinya. Takut kalau nanti nyala lagi,” beber Oktavian.
Baca Juga: Libur Sekolah Selesai, MBG Dilanjut: Harga Daging Ayam Meroket Lagi
Penyebab pasti dari kebakaran lahan tebu tersebut masih belum diketahui.
Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau dan angin kencang, guna mencegah kebakaran merambat ke pemukiman warga maupun fasilitas publik. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com