RADARSOLO.COM - Pemkab Boyolali terus mengintensifkan pembenahan dan pelengkapan sarana infrastruktur lalu lintas di berbagai ruas jalan strategis.
Langkah pembenahan ini ditujukan untuk menekan kasus kecelakaan lalu lintas di area-area rawan.
Saat ini, Kabupaten Boyolali memiliki total jaringan jalan sepanjang 841,72 kilometer yang terbagi ke dalam 277 ruas jalan.
Rinciannya terdiri dari:
- 9 ruas jalan nasional sepanjang 59,87 km
- 2 ruas jalan tol sepanjang 42,94 km
- 4 ruas jalan provinsi sepanjang 64,91 km
- 262 ruas jalan kabupaten sepanjang 674 km
Baca Juga: Kapan PKH dan BPNT Cair Tahap 3 2026? Ini Jadwal Mulai Disalurkan dan Cara Cek Bansos Kemensos
Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono menegaskan, pemenuhan fasilitas keselamatan jalan akan terus ditingkatkan secara bertahap dan terukur.
Di luar jaringan jalan tol, data Dishub mencatat terdapat 429 titik persimpangan di wilayah Boyolali.
Sebaran persimpangan tersebut meliputi 72 simpang jalan nasional, 34 simpang jalan provinsi, dan 323 simpang jalan kabupaten.
Namun, sejauh ini baru ada 31 titik simpang yang telah dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Yakni 21 simpang di jalan nasional dan 10 simpang di jalan kabupaten.
Baca Juga: Tema Hari Anak Nasional 2026 Diperingati 23 Juli, Apakah Libur Nasional? Berikut Faktanya
Guna menekan potensi bahaya pada persimpangan non-sinyal, Dishub Boyolali memprioritaskan pemasangan markah dan rambu di area rawan kecelakaan, kawasan sekolah, serta simpang strategis.
"Hingga bulan Juli ini, intervensi keselamatan telah dilakukan di 21 lokasi. Yang meliputi 18 titik pemasangan zebra cross, stopline, garis membujur utuh (solid), pita penggaduh (rumble strip), marka pengarah, dan marka tengah," ujar Insan, Selasa (21/7/2026).
"Tiga titik pemasangan rambu perintah, larangan, dan rambu STOP. Serta pembangunan APILL Simpang Andong," imbuhnya.
Mulai minggu ini, Pemkab Boyolali memulai pembangunan APILL di Simpang Andong guna mengurai potensi konflik dan kemacetan lalu lintas di salah satu persimpangan vital daerah tersebut.
Baca Juga: Dua Hari Tenggelam di Bengawan Solo, Jasad Karyawan SPPG di Sragen Akhirnya Ditemukan
Selain itu, memasuki Agustus 2026, Dishub Boyolali dijadwalkan memasang sebanyak 103 titik rambu lalu lintas baru di sepanjang koridor prioritas Jalan Musuk dan Jalan Tamansari.
"Pemkab Boyolali berkomitmen terus meningkatkan kualitas perlengkapan jalan secara bertahap melalui pembangunan APILL, pemasangan rambu, dan penyempurnaan marka jalan," tutur Insan.
"Upaya ini diharapkan mampu mengurangi potensi konflik dan kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan sistem transportasi jalan yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat," imbuh dia.
Dishub Boyolali turut mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu disiplin mematuhi rambu-rambu, marka, serta isyarat APILL.
Sebab keselamatan dalam berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com