Ganas! Hama Wereng Cokelat Ganyak 83 Hektare Padi Siap Panen di Banyudono Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:38 WIB
Penyemprotan pestisida untuk membasmi hama wereng dilakukan Pemdes Batan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Rabu (22/7/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Penyemprotan pestisida untuk membasmi hama wereng dilakukan Pemdes Batan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Rabu (22/7/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Serangan hama wereng cokelat mengganas di Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Padi yang sudah siap panen di lahan seluas 83 hektare diganyang wereng dan rawan memicu gagal panen massal.

Dari total luasan area terdampak, beruntung sebanyak 68 hektare tanaman padi telah berhasil ditangani petugas dan petani melalui skema Gerakan Pengendalian (Gerdal).

Baca Juga: Pendukung Persija Jakarta Serasa di-PHP Janji Perekrutan Mariano Peralta, Persib Bandung Berpotensi Makin Superior

Salah satu langkah responsif gerdal dilaksanakan oleh Pemdes Batan, Kecamatan Banyudono, Rabu (22/7/2026).

Pihak Pemdes melangsungkan aksi pengendalian hama secara serentak memanfaatkan teknologi penyemprotan drone.

Sebanyak 9 hektare area sawah yang terserang hama wereng cokelat langsung disemprot dalam kegiatan berbasis teknologi tersebut.

Sebaran sawah diserang hama berada di beberapa titik lokasi strategis.

Meliputi area barat dan utara Balai Desa Batan, hingga blok timur kawasan Jalan Bangak-Simo.

Kepala Desa Batan Heru Waluyo menegaskan bahwa penanganan cepat ini krusial untuk menyelamatkan mata pencaharian warga dari ancaman gagal panen.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Terjang Perbukitan di Sidoharjo Wonogiri, Api Nyaris Dekati Permukiman

"Kalau sampai gagal panen, kita kasihan kepada petani," jelas Heru, Rabu (22/7/2026).

Penyemprotan ini mengalokasikan anggaran pendapatan desa sebesar Rp 4,5 juta.

Menurut Heru, penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida terbukti efektif karena jangkauannya lebih luas dan jauh lebih efisien secara anggaran.

Heru menambahkan bahwa jika penyemprotan dilakukan secara manual, estimasi biaya akan melonjak tinggi dan memakan waktu relatif lama.

Padahal, penanganan wereng membutuhkan kecepatan agar tidak berpindah tempat.

Baca Juga: 50 Ucapan dan Kata-kata Hari Anak Nasional 2026 Bahasa Inggris Beserta Artinya

"Khusus penanganan hama wereng ini kalau tidak dalam satu waktu kegiatan itu sulit untuk dibasmi. Karena kita tangani di sini, hama werengnya pindah ke tempat lain," imbuhnya.

Di Desa Batan tercatat luas total lahan pertanian kurang lebih 47 hektare, dengan kisaran 9 hingga 10 hektar di antaranya teridentifikasi terserang wereng cokelat.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Banyudono Sabarudin mengungkapkan bahwa ancaman hama di wilayah pertaniannya terjadi secara beruntun.

"Setelah hama tikus, kini giliran hama wereng coklat. Untuk itu, kami bersama kepala desa melakukan gerakan pengendalian hama," kata Sabarudin.

"Kemarin (Selasa) kita gerdal di selatan jalan raya Solo-Semarang. Hari ini (Rabu) di Utara jalan raya," tambahnya.

Baca Juga: Selain Cek Bansos Kemensos, Status PKH BPNT Juli 2026 Tahap 3 Dilihat Lewat Portal Perlinsos

Pihak kecamatan berharap para petani setempat turut aktif melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian secara mandiri agar serangan wereng tidak kian meluas ke wilayah pertanian sekitar.

Agenda gerdal serentak ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut, menyasar 13 desa yang tersebar di seluruh Kecamatan Banyudono:

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
BANYUDONO BOYOLALI padi lahan pertanian Hama Wereng drone