Air Mirip Limbah Mengalir ke Rumah Pelanggan, PDAM Boyolali Sebut yang Terdampak Hanya 17 KK

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 17:16 WIB
Pelanggan PDAM di Dukuh Kenteng, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, mengeluhkan kualitas air yang mirip limbah, Selasa (21/7/2026). (TANGKAPAN LAYAR)
Pelanggan PDAM di Dukuh Kenteng, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, mengeluhkan kualitas air yang mirip limbah, Selasa (21/7/2026). (TANGKAPAN LAYAR)

RADARSOLO.COM - Warga Kenteng, Desa Penggung, Kecamatan/Kabupaten Boyolali mengeluhkan kualitas air PDAM yang mirip limbah.

Dalam video yang viral di media sosial, air PDAM keruh dan berbusa.

Dirut PUDAM Tirta Ampera Boyolali Iwan Marwanto mengatakan, kualitas air PDAM sudah kembali normal sejak Selasa (21/7/2026) siang.

"Ini sejak kemarin sudah normal, " ujar Iwan, Rabu (22/7/2026).

Iwan mengklaim, pelanggan PDAM yang terdampak air mirip limbah hanya terbatas.

Baca Juga: Air PDAM Boyolali Mirip Limbah, Awas Jangan Dikonsumsi!

Berdasarkan data PDAM, sebanyak 17 rumah atau 17 kepala keluarga (KK) di sekitar Kenteng yang terdampak.

"Bukan seluruh pelanggan," jelasnya.

Iwan menambahkan, hingga saat ini PDAM Boyolali tidak menerima laporan kendala lanjutan dari pelanggan.

Untuk memastikan, PDAM juga telah melakukan pengecekan ulang, Rabu (22/7/2026).

Pasca keluhan air mirip limbah, imbuh Iwan, pihaknya langsung melakukan perbaikan dan pembersihan (Flushing) sisa air dari penampungan untuk menghilangkan sisa air yang tercemar.

"Dan hari ini (Rabu) sudah dilakukan cross check ulang untuk memastikan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam video yang viral, warga menduga, air PDAM Boyolali yang mirip limbah itu dikarena terkontaminasi kaporit.

PDAM Boyolali kemudian menemukan sumber masalahnya, yakni bermula pada Senin malam, ketika sumber air baku yang berasal dari Kedung Banteng dan Embung Melikan mengalami perubahan warna menjadi hijau akibat lumut.

Melihat kondisi air baku yang berubah hijau, petugas di lapangan mengambil langkah menormalisasi warna air menggunakan gas klor.

Baca Juga: Viral Hasil Uji Lab Air PDAM Boyolali Tercemar Bakteri E. coli, Begini Bantahan Dirut Perumda Tirta Ampera

"Di fasilitas pengolahan tersebut kami tidak menggunakan kaporit, melainkan gas klor. Petugas di lapangan kemudian menaikkan takaran gas klor dengan tujuan menormalisasi warna air yang hijau tersebut," jelasnya.

Namun, terjadi kesalahan teknis saat pengaturan dosis. Takaran gas klor yang dialirkan justru terlalu besar (overdosis).

Akibatnya terjadi reaksi dan kontaminasi antara lumut (air hijau) dengan gas klor konsentrasi tinggi. Keduanya bercampur hingga air berubah keruh kecokelatan dan berbusa tebal menyerupai limbah.(fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
air pdam boyolali mirip limbah pdam boyolali mengeluh kualitas air pdam boyolali air pdam boyolali keruh dan berbusa Pudam Tirta Ampera Boyolali