Dorong Percepatan Green Investment, DPMPTSP Jateng Targetkan 55 Perusahaan Baru Gunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) di 2026

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:15 WIB
 Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari beri keterangan di sela seminar Investasi Hijau dan Berkelanjutan di Boyolali, Rabu (22/7/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR S0LO)
Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari beri keterangan di sela seminar Investasi Hijau dan Berkelanjutan di Boyolali, Rabu (22/7/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR S0LO)

RADARSOLO.COM - Pemprov Jateng melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mendorong percepatan penerapan investasi hijau dan berkelanjutan (green investment).

Langkah strategis ini sejalan dengan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Jawa Tengah yang memprioritaskan pengembangan sektor industri ramah lingkungan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari dalam gelaran Seminar Investasi Hijau dan Berkelanjutan di Boyolali,  Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Dorong Lahirnya Ikon Susu Lokal, Komisi II DPRD Wonogiri Tinjau Sentra Sapi Perah Bulukerto

"Harapannya seluruh pelaku usaha baik skala kecil, menengah, maupun besar mulai menerapkan green investment. Langkah ini diawali dengan efisiensi penggunaan energi serta beralih memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT)," ujar Sakina.

Merujuk data DPMPTSP Jateng, terdapat 7 sektor EBT yang menjadi fokus pemanfaatan di kawasan industri.

Mulai dari panel surya, mini hidro, geotermal, hingga biomassa.

Data perizinan mencatat sebanyak 87 perusahaan di wilayah Jawa Tengah telah aktif mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk memenuhi kebutuhan energi mandiri.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 perusahaan baru mulai menerapkan EBT pada tahun 2025 lalu.

Peningkatan signifikan ini merupakan buah dari sosialisasi berkelanjutan serta goodwill para pelaku usaha.

Baca Juga: Menengok Statistik Memukau Winger Baru Persis Solo Terens Puhiri di Borneo FC, PSS Sleman, dan Klub Liga Thailand: The Flash Bukan Pemain Sembarangan

“Kami optimistis target ini tercapai. Karena buyer internasional kini mewajibkan industri berorientasi ekspor, untuk menggunakan energi bersih dan memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam sebagai syarat utama,” tambah Sakina.

Untuk tahun 2026, DPMPTSP menargetkan penambahan lebih dari 55 perusahaan baru yang memanfaatkan EBT.

Selain faktor kesadaran lingkungan, dorongan ini kian masif akibat tuntutan pasar global. Banyak buyer internasional kini mensyaratkan penggunaan energi bersih sebagai kriteria utama produk ekspor.

DPMPTSP mencatat potensi EBT di Jawa Tengah tergolong melimpah. Hasil identifikasi bersama Dinas ESDM menunjukkan potensi energi surya di 12 titik wilayah Jawa Tengah mampu mencapai sekitar 13.000 Megawatt (MW).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DPMPTSP Boyolali Dwi Sundarto menjelaskan, seminar ini menjadi wadah untuk menjaring masukan guna penyusunan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Investasi Lestari.

Baca Juga: Puncak HKG PKK ke-54 di Klaten: Wujudkan Posyandu 6 SPM hingga Penguatan Karakter Anak di Era Digital

Aturan tersebut mengacu pada empat pilar utama Economic, Environmental, Social, and Governance (EESG).

Dwi mengungkapkan, sejumlah perusahaan di wilayah Boyolali telah menjadi percontohan (pioneer) dalam penerapan prinsip hijau ini.

Seperti PT Pan Brothers Tbk, PT Sari Warna, dan PT Adilmart.

“Untuk PT Adilmart, Perusahaan ini memanfaatkan kolam indikator berisi ikan hidup untuk memastikan kualifikasi air limbah aman sebelum dibuang,” jelas Dwi Sundarto.

Guna menarik minat investor hijau dalam jumlah lebih besar, Pemkab Boyolali memohon dukungan promosi dari DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah untuk memposisikan Boyolali sebagai daerah yang berkomitmen pada isu lingkungan.

Pihak Pemkab Boyolali juga siap mengencangkan strategi promosi digital melalui platform Instagram, TikTok, YouTube, hingga konten podcast.

Pemprov Jateng bersama Pemkab Boyolali mengaku optimistis industri hijau di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dapat tumbuh pesat demi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup secara jangka panjang. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
green investment EBT Energi Baru Terbarukan DPMPTSP Boyolali DPMPTSP Jateng