Siap-Siap! Air PDAM Boyolali Bisa Jadi Hanya 2 Hari Sekali Mengalir

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 18:44 WIB
Ilustrasi air bersih yang dialirkan ke sambungan rumah. (DOK.MAGNIFIC)
Ilustrasi air bersih yang dialirkan ke sambungan rumah. (DOK.MAGNIFIC)

RADARSOLO.COM - Sistem gilir air bersih yang diterapkan PDAM Boyolali bagi pelanggannya di musim kemarau bisa meluas.

Saat ini, gilir air belum diberlakukan secara menyeluruh. 

Wilayah yang sudah terdampak yakni pelanggan di Kecamatan Ampel. Mengingat debit sumber air bakunya relatif kecil dan belum memiliki jalur alternatif.

Direktur Utama PUDAM Tirta Ampera Boyolali Iwan Marwanto mengatakan, kendati pasokan air diusahakan untuk terus mengalir, opsi giliran di sejumlah titik tidak terelakkan.

"Jadi yang biasanya mengalir setiap hari, bisa menjadi dua hari sekali," ujar Iwan Marwanto pada Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Jadi Daya Tarik, Tradisi Sedekah Bumi Dusun Guntur Didorong Jadi Wisata Budaya Wonogiri

Iwan tidak menampik bahwa penurunan debit air baku merupakan kendala tahunan yang kerap dihadapi saat musim kemarau panjang.

Saat ini, tim teknis PUDAM sedang melakukan rekayasa jaringan aliran air agar cakupan wilayah yang mengalami penggiliran tidak meluas.

PUDAM menargetkan dampak gilir air hanya berkisar antara 25 persen hingga 30 persen dari total keseluruhan pelanggan.

Persentase tersebut diharapkan membaik jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu yang menyentuh 40 persen.

"Ini penyakit tahunan bagi PDAM. Setiap musim kemarau, pasti ada wilayah yang tidak teraliri air. Nah, sekarang ini kita lagi usahakan agar kontinuitas itu tetap terjaga, walaupun tidak bisa 100 persen," ungkapnya.

"Ada sumber air yang berlebih, ini sedang kita usahakan dan rekayasa alirannya supaya bisa menyuplai daerah yang sumber air bakunya terpengaruh kemarau," lanjut Iwan.

Menurut Iwan, pasokan air bersih diperkirakan masih relatif aman hingga Desember 2026.

Kendati demikian, kewaspadaan ekstra tetap disiapkan apabila durasi musim kemarau meluas melebihi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Baca Juga: Kebakaran Pabrik Sendal di Kebakkramat Karanganyar Sebabkan Kerugian Rp 10 Miliar

Di sisi lain, PDAM juga aktif memetakan daya tahan sejumlah embung penampung air permukaan.

Di antaranya Embung Watugajah di Cepogo yang diprediksi habis pada September.

Serta Embung Melikan di Cepogo yang akan habis pada periode Oktober-November.

"Tapi kita sudah mempersiapkan rencana cadangan untuk mengatasi penutupan embung tersebut, jadi aman," tegas Iwan.

Diketahui, PUDAM Tirta Ampera melayani sekitar 57 ribu pelanggan aktif dari total 70.000 sambungan rumah (SR). (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
gilir air Pudam Tirta Ampera Boyolali PDAM BOYOLALI kemarau Air Bersih