RADARSOLO.COM - Aksi penjambretan menyasar anak di bawah umur terjadi di Boyolali.
Seorang anak TK berinisial N (5), warga Kampung Gudang Kapuk, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali, menjadi korban perampasan perhiasan kalung emas pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 17.23 WIB.
Ibu korban, Ninik Lestari (34), menceritakan kejadian bermula saat dirinya baru saja pulang mengantar anaknya les dan bersiap untuk mandi.
Saat itu, dia sempat berpesan kepada N agar tidak beraktivitas di luar rumah.
Baca Juga: Siap-Siap! Air PDAM Boyolali Bisa Jadi Hanya 2 Hari Sekali Mengalir
"Saya bilang ke anak saya, 'De, kamu nanti di dalam rumah saja ya, jangan ke mana-mana.' Dia jawab 'Iya, Ma,'" tutur Ninik saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo, Kamis (23/7/2026).
Namun, tak lama berselang, teman skorban seorang anak laki-laki menjemput Natasya untuk bermain di area luar rumah.
Saat korban hendak berjalan pulang di area depan rumah tetangga bernama Rosoni, pelaku yang sudah memantau lokasi langsung menghadang dan merampas kalung yang dikenakan korban.
Dalam video CCTV yang diterima Jawa Pos Radar Solo, pelaku menggunakan sepeda motor matic berwarna putih, serta helm hitam.
Dalam video, pelaku juga terlihat beraksi seorang diri.
Ninik menjelaskan, berdasarkan keterangan anaknya, pelaku diduga kuat sudah melakukan pengintaian sejak beberapa hari sebelumnya.
Pelaku dilaporkan sering bolak-balik hingga berdiri mengamati area perumahan warga, terutama saat momen libur panjang.
"Kata anak saya dan anak-anak di sini, orang itu sering bolak-balik di lokasi. Kadang berdiri tepat di tempat anak saya diambil kalungnya itu. Sepertinya memang sudah mengintai," jelas Ninik.
Akibat insiden tersebut, perhiasan berupa kalung beserta liontin emas seberat kurang lebih 3,5 gram raib dibawa kabur pelaku. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 4 juta.
Pasca-kejadian, peristiwa ini sempat meninggalkan trauma mendalam bagi korban maupun temannya, yang menyaksikan langsung perampasan tersebut.
Baca Juga: Air Mirip Limbah Mengalir ke Rumah Pelanggan, PDAM Boyolali Sebut yang Terdampak Hanya 17 KK
"Raya sempat takut dan merasa bersalah karena dia yang mengajak main. Dikira ada penculikan atau apa. Anak saya juga sempat takut," tambah Ninik.
Kendati sempat syok, kondisi N kini berangsur membaik dan sudah kembali beraktivitas sekolah seperti biasa di TK Bani Adam.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kasus perampasan ini ke Polsek Boyolali Kota dan saat ini tengah dalam penanganan. Ninik mengaku juga akan dipanggil untuk proses pemeriksaan lanjutan (BAP).
“Semoga cepat bisa ketemu mas,” tuturnya.(fid)
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo