RADARSOLO.COM - Polres Boyolali masih melakukan penyelidikan kasus pembobolan Toko Emas Mekar Jaya di Dukuh Juwangi, Desa Juwangi, Kecamatan Juwangi, Selasa (14/7/2026) pekan lalu.
Dalam kasus tersebut, pelaku diduga membobol toko dengan cara merusak pintu depan yang terbuat dari plat besi menggunakan alat las.
Akibat kejadian tersebut, puluhan gram perhiasan emas dilaporkan hilang.
Peristiwa itu pertama kali diketahui pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB saat karyawan datang untuk membuka toko.
Baca Juga: Pintu Dilubangi Pakai Las, Perhiasan Seberat 50 Gram di Toko Emas di Juwangi Boyolali Amblas
Setibanya di lokasi, karyawan mendapati pintu depan toko dalam kondisi berlubang.
Lubang tersebut diduga dibuat pelaku menggunakan alat las untuk masuk ke dalam toko.
Saat memeriksa bagian dalam toko, karyawan mendapati sejumlah perhiasan emas telah raib. Total perhiasan emas yang hilang diperkirakan mencapai 50 gram.
Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indra Wira Saputra mengatakan, kasus pembobolan toko emas tersebut hingga kini masih dalam penanganan kepolisian.
"Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan," kata Indra, Jumat (24/7/2026).
Dia menegaskan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
Polisi hingga kini masih terus mengumpulkan sejumlah petunjuk dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan terduga pelaku pembobolan Toko Emas Mekar Jaya tersebut.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah toko perhiasan di Kecamatan Juwangi dibobol maling, Selasa (14/7/2026).
Kapolsek Juwangi AKP Aris Sunandar, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku pencurian tersebut.
“orban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta dan selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Juwangi,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).
Personel Polsek Juwangi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk meminta keterangan para saksi, serta mengumpulkan informasi dan petunjuk guna mengungkap identitas pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan.(fid)
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo