RADARSOLO.COM-Fenomena upwelling atau pengangkatan air bawah tanah kembali melanda kawasan Waduk Kedung Ombo, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Peristiwa alam ini berdampak buruk dan memicu kerugian besar bagi para pembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di wilayah Kabupaten Boyolali.
Baca Juga: Kendal Tornado FC Rekrut Eks Juara AFF U-19, Persis Solo Wajib Waspada
Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali menjelaskan, bahwa faktor perubahan lingkungan menjadi pemicu utama musibah tersebut.
Berdasarkan hasil pendataan resmi hingga Minggu (26/7/2026), total akumulasi ikan yang mati mencapai 10 ton.
Kerugian tersebut dialami oleh 15 petani pembudidaya yang tergabung dalam Kelompok Pokdakan Mina Mandiri.
Adapun rincian jenis ikan yang mati beserta estimasi nilainya meliputi:
- Ikan Karper: 8 ton dengan nilai kerugian mencapai Rp200 juta.
- Ikan Nila: 1 ton dengan nilai kerugian mencapai Rp27 juta.
- Ikan Patin: 1 ton dengan nilai kerugian mencapai Rp20 juta.
Secara keseluruhan, total nilai kerugian materiil yang dialami pembudidaya ikan ditaksir senilai Rp247 juta.
Ahmad Gojali membeberkan indikasi awal penyebab terjadinya upwelling yang meracuni ribuan ikan di dalam jaring keramba tersebut.
"Dari hasil laporan, akibat adanya faktor lingkungan yang diindikasikan sebagai penyebab upwelling berasal dari angin sore hari sampai malam hari dari wilayah Ngasinan, Sragen," ungkap Ahmad Gojali, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Siapa Endang Yustika Pemilik Akun UC.YOU? Sosok Owner Biu Co Store yang Viral Dibahas Netizen
Guna meminimalisasi dampak kerusakan yang lebih meluas, para pembudidaya KJA langsung mengambil langkah darurat secara mandiri.
Langkah awal yang dilakukan di antaranya adalah memberikan kocoran air segar menggunakan mesin pompa air serta menggeser posisi bangunan keramba ke area yang lebih aman.
Dari hasil serapan aspirasi di lapangan, para peternak berharap Pemkab Boyolali dapat menyalurkan bantuan berupa unit pompa air untuk langkah antisipasi lanjutan, serta memberikan kompensasi ganti rugi atas musibah tersebut.
Baca Juga: Belum Pernah Dapat Bansos? Begini Cara Ajukan Diri Jadi Penerima Bantuan 2026, Cek Syaratnya
Menanggapi peristiwa ini, Pemkab Boyolali melalui dinas teknis terkait segera menyiapkan sejumlah langkah penanganan strategis.
"Segera dilakukan pendataan by name yang tergabung dalam kelompok tersebut," ujar Gojali.
"Kemudian upaya-upaya preventif untuk tetap menggeser KJA yang ada dan pengaturan atau pengurangan pakan di musim-musim seperti ini," imbuhnya.
Kejadian ini juga telah dilaporkan kepada Bupati Boyolali Agus Irawan.
Pemkab Boyolali turut mengimbau kepada seluruh pembudidaya KJA di kawasan Waduk Kedung Ombo agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi cuaca ekstrem dan pergerakan arus angin yang berpotensi memicu fenomena upwelling, terutama di tengah berlangsungnya musim kemarau. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com