Dihantam Badai, Tenda Pendaki di Jalur Pendakian Gunung Merbabu Porak-poranda

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:38 WIB
Tenda pendaki di Gunung Merbabu via Jalur Thekelan porak-poranda diterjang badai, Minggu (26/7/2026). (Dok Javago.Explorer)
Tenda pendaki di Gunung Merbabu via Jalur Thekelan porak-poranda diterjang badai, Minggu (26/7/2026). (Dok Javago.Explorer)

RADARSOLO.COM - Unggahan potongan video yang memperlihatkan terjadinya badai di jalur pendakian Gunung Merbabu beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video itu disebutkan insiden cuaca ekstrem terjadi pada 26 Juli 2026 di Gunung Merbabu via Jalur Thekelan.

Saking kencangnya angin, sebagian besar tenda milik pendaki porak-poranda.

Kondisi tanah di jalur pendakian Gunung Merbabu yang cenderung kering membuat terpaan angin kencang turut menerbangkan material debu.

Baca Juga: Link Download Logo HUT RI ke-81 Tahun 2026 Resmi, Lengkap dengan Tema dan Pedoman Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia

Situasi tersebut memaksa para pendaki berupaya ekstra berlindung agar tidak tersapu di area terbuka.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Chomsatun Rochmaningrum menyampaikan, khusus untuk Jalur Thekelan, area yang paling terdampak badai berada di sekitar Pos 4 hingga kawasan Pemancar.

Informasi cuaca ekstrem di kawasan puncak Gunung Merbabu dikonfirmasi telah berlangsung sejak Jumat malam (24/7/2026).

Dampak fenomena badai tersebut dilaporkan tidak hanya dirasakan pada Jalur Thekelan, melainkan juga menerpa beberapa jalur lainnya seperti Jalur Suwanting.

"Cuaca ekstrem tersebut mulai terjadi sejak Jumat malam. Dampak badai tidak hanya dirasakan di jalur Thekelan, tetapi juga terpantau di beberapa jalur lain seperti Jalur Suwanting," ujar Chomsatun melalui keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Pakai Desain Bangunan yang Lebih Aman, Revitalisasi Pasar Wonogiri yang Terbakar Oktober 2025 Butuh Rp130 Miliar

Dampaknya, perlengkapan berkemah milik pendaki, seperti tenda mengalami patah pada bagian frame penopang.

Meskipun memicu kerusakan pada sejumlah peralatan pendakian, pihak BTNGMb memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa alam tersebut.

"Seluruh pendaki dalam kondisi aman," tegas Chomsatun.

Baca Juga: Kapan Timnas Indonesia Main Lagi di Piala AFF 2026? Cek Jadwal Indonesia vs Timor Leste

Menyikapi fluktuasi cuaca ekstrem di kawasan pegunungan, pihak SPTN Wilayah I BTNGMb menerbitkan imbauan kepada seluruh pendaki untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan puncak.

Para pendaki diminta untuk selalu memantau prakiraan cuaca terkini sebelum melakukan pendakian.

Termasuk memastikan membawa perlengkapan tenda dengan spesifikasi yang tangguh menahan terpaan angin kencang. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
jalur thekelan tenda badai gunung merbabu cuaca ekstrem