Dinkes Boyolali Temukan 907 Kasus TBC Baru hingga Juli 2026, Penemuan Suspek Pecah Rekor

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 17:36 WIB
Pemeriksaan paru-paru sebagai upaya penyebaran TBC di Boyolali. (ISTIMEWA)
Pemeriksaan paru-paru sebagai upaya penyebaran TBC di Boyolali. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali mencatat sebanyak 907 pasien TBC baru berhasil ditemukan hingga pertengahan Juli 2026.

Dari total temuan tersebut, sebanyak 901 pasien teridentifikasi masuk kategori TBC Sensitif Obat (SO) dan 6 pasien lainnya didiagnosis TBC Resisten Obat (RO).

Kepala Dinkes Boyolali F.X Kristandiyoko menjelaskan, tingginya penemuan kasus secara agresif ini berbanding lurus dengan peningkatan jumlah warga yang berstatus terduga atau suspek TBC.

Baca Juga: KPK Sisir Rumah Pejabat Hingga Sopir Eks Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya

"Total akumulasi warga yang berstatus terduga TBC di Boyolali saat ini mencapai 9.363 orang. Dari jumlah itu, 8.174 orang sudah diperiksa sesuai standar pelayanan kesehatan," kata Kristandiyoko, Selasa (28/7/2026).

Jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, terjadi kenaikan jumlah pemanduan pemeriksaan yang cukup signifikan.

Pada Semester I-2025, jumlah suspek yang berhasil diperiksa tercatat sebanyak 4.806 orang.

Sedangkan pada Semester I-2026 angka tersebut melambung menjadi 8.328 orang.

Lonjakan cakupan pemeriksaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung.

Seperti ketercukupan logistik medis, penggalakan kegiatan Active Case Finding (ACF), aksi tracing bersama Bhabinkamtibmas, hingga pengintegrasian program penemuan TBC dengan CKG.

Baca Juga: Aduan Temuan Ulat di Menu MBG Masuk ULAS, Pemkot Solo Turun Tangan Periksa SPPG

Guna memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat, Dinkes Boyolali menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai instansi dan mitra kerja.

"Kami menjalin kerja sama lintas sektoral untuk pelacakan TBC dengan Polres, Diknas, Kantor Kemenag, hingga Dinkopnaker," ujar Kristandiyoko.

Dukungan operasional juga datang dari lembaga mitra Mentari Sehat Indonesia dengan dukungan pendanaan Global Fund, serta jajaran Polres Boyolali.

Sepanjang tahun 2026, kerja sama tersebut membuahkan hasil nyata.

Petugas lapangan tercatat sukses melacak 496 orang kontak erat yang berasal dari 160 indeks kasus pasien TBC.

"Sebaran kasus TBC di Boyolali saat ini sudah ada di seluruh Kecamatan di Kabupaten Boyolali,” tambah Kristandiyoko.

Baca Juga: Mahasiswa UMS Gondol Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026 Di Vietnam

Atas sebaran kasus yang merata tersebut, Kristandiyoko menekankan pentingnya kesadaran dan peran aktif warga dalam upaya pencegahan dini.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala khas TBC.

Gejala tersebut di antaranya batuk berdahak yang tak kunjung sembuh lebih dari 2 minggu, penurunan berat badan secara drastis, hingga keluar keringat dingin di malam hari tanpa aktivitas fisik.

"Pesan kami kepada masyarakat, Jangan takut dan jangan malu, karena TBC bisa sembuh jika berobat tuntas. Mari bersama-sama kita putus rantai penularan TBC di Boyolali," pungkasnya. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
SUSPEK temuan kasus tbc di boyolali TBC dinkes boyolali