Ikan Mati Sudah Dikubur, Parameter Air Waduk Kedung Ombo Boyolali Kini Dipastikan Aman

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:23 WIB
Ikan di karamba jaring apung Waduk Kedung Ombo wilayah Boyolali mati massal. (ABDUL KHOLIK/RADAR SOLO)
Ikan di karamba jaring apung Waduk Kedung Ombo wilayah Boyolali mati massal. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Kondisi kualitas air di kawasan Waduk Kedung Ombo pascafenomena upwelling pada 24–28 Juli 2026 dilaporkan mulai membaik dan kembali mendekati kondisi normal.

Itu berdasarkan hasil pemantauan langsung Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali di dua titik pengamatan, Selasa (28/7/2026) pukul 10.20 WIB.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Sekdisnakkan) Boyolali Agus Pramudi Raharjo menjelaskan, hasil pengukuran laboratorium menunjukkan seluruh parameter air telah sesuai untuk kelangsungan hidup biota ikan.

Baca Juga: Nama-nama Pejabat Pemkab Sukoharjo yang Ikut Jalani Pemeriksaan KPK di Mapolresta Solo bersama Plt Bupati Eko Sapto Purnomo

Berdasarkan data dari dua titik sampel, hasilnya sebagai berikut:

Agus menjelaskan, lonjakan kadar oksigen terlarut dan kestabilan angka pH menjadi indikator utama pulihnya ekosistem perairan tersebut.

"Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air pasca kejadian upwelling telah berangsur membaik dan kembali mendekati kondisi normal," jelas Agus, Rabu (29/7/2026). 

"Nilai pH berada pada kisaran yang sesuai untuk kehidupan ikan, kadar oksigen terlarut telah meningkat sehingga cukup mendukung kehidupan ikan, dan tingkat kecerahan air menunjukkan kondisi perairan yang semakin stabil," imbuhnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkab Boyolali telah melakukan proses pengangkatan serta penguburan bangkai ikan mati guna mencegah pencemaran air, timbulnya bau tak sedap, hingga potensi penyebaran penyakit.

Para pembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) juga diimbau untuk terus mengawasi perkembangan kondisi air, kesehatan pasokan ikan, serta dinamika cuaca secara berkala untuk mengantisipasi risiko timbulnya upwelling susulan.

Baca Juga: Penuhi Panggilan KPK, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Datangi Mapolresta Solo Bersama 4 ASN

Pihak Disnakkan Boyolali saat ini tengah merampungkan pendataan para pembudidaya yang mengalami kerugian materiil.

"Kondisi ikan berangsur membaik. Dan sudah dilakukan pendataan by name terdampak. Segera kita laporkan ke Bapak Bupati dan akan diberikan insentif kepada yang terdampak," tutur Agus.

Meskipun menyimpulkan perairan Kedung Ombo telah pulih, Disnakkan Boyolali akan tetap menjalankan pengawasan berkala pada parameter air dan kesehatan populasi ikan.

Sebelumnya diberitakan, fenomena upwelling melanda area Waduk Kedung Ombo sejak Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 06.00.

Baca Juga: Proyek Jalan Tanjunganom–Daleman Sukoharjo Lebihi Target, Desember Warga Sekitar Dijamin Benas Macet-Macetan

Peristiwa alam tersebut menimbulkan dampak kerugian besar bagi para pembudidaya KJA di wilayah Kabupaten Boyolali.

Berdasarkan pendataan pada Minggu (26/7/2026), total akumulasi kematian ikan mencapai 10 ton yang menimpa 15 pembudidaya dari Kelompok Pokdakan Mina Mandiri.

Kerugian tersebut mencakup kematian 8 ton ikan karper senilai Rp200 juta, 1 ton ikan nila senilai Rp27 juta, dan 1 ton ikan patin senilai Rp20 juta. Akibat musibah ini, total nilai kerugian materiil yang ditanggung peternak ditaksir menembus angka Rp247 juta. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
waduk kedung ombo Upwelling Ikan Mati disnakkan boyolali