RADARSOLO.COM-Kondisi kualitas air di kawasan Waduk Kedung Ombo pascafenomena upwelling pada 24–28 Juli 2026 dilaporkan mulai membaik dan kembali mendekati kondisi normal.
Itu berdasarkan hasil pemantauan langsung Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali di dua titik pengamatan, Selasa (28/7/2026) pukul 10.20 WIB.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Sekdisnakkan) Boyolali Agus Pramudi Raharjo menjelaskan, hasil pengukuran laboratorium menunjukkan seluruh parameter air telah sesuai untuk kelangsungan hidup biota ikan.
Berdasarkan data dari dua titik sampel, hasilnya sebagai berikut:
- Rata-rata suhu perairan 29 derajat Celcius
- Tingkat keasaman (pH) di angka 6,75 (masih dalam batas normal 6,5–7,5)
- Kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) mencapai 4,85 miligram per liter
- Tingkat kecerahan air mencapai 1,1 meter.
Agus menjelaskan, lonjakan kadar oksigen terlarut dan kestabilan angka pH menjadi indikator utama pulihnya ekosistem perairan tersebut.
"Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air pasca kejadian upwelling telah berangsur membaik dan kembali mendekati kondisi normal," jelas Agus, Rabu (29/7/2026).
"Nilai pH berada pada kisaran yang sesuai untuk kehidupan ikan, kadar oksigen terlarut telah meningkat sehingga cukup mendukung kehidupan ikan, dan tingkat kecerahan air menunjukkan kondisi perairan yang semakin stabil," imbuhnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkab Boyolali telah melakukan proses pengangkatan serta penguburan bangkai ikan mati guna mencegah pencemaran air, timbulnya bau tak sedap, hingga potensi penyebaran penyakit.
Para pembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) juga diimbau untuk terus mengawasi perkembangan kondisi air, kesehatan pasokan ikan, serta dinamika cuaca secara berkala untuk mengantisipasi risiko timbulnya upwelling susulan.
Baca Juga: Penuhi Panggilan KPK, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Datangi Mapolresta Solo Bersama 4 ASN
Pihak Disnakkan Boyolali saat ini tengah merampungkan pendataan para pembudidaya yang mengalami kerugian materiil.
"Kondisi ikan berangsur membaik. Dan sudah dilakukan pendataan by name terdampak. Segera kita laporkan ke Bapak Bupati dan akan diberikan insentif kepada yang terdampak," tutur Agus.
Meskipun menyimpulkan perairan Kedung Ombo telah pulih, Disnakkan Boyolali akan tetap menjalankan pengawasan berkala pada parameter air dan kesehatan populasi ikan.
Sebelumnya diberitakan, fenomena upwelling melanda area Waduk Kedung Ombo sejak Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 06.00.
Peristiwa alam tersebut menimbulkan dampak kerugian besar bagi para pembudidaya KJA di wilayah Kabupaten Boyolali.
Berdasarkan pendataan pada Minggu (26/7/2026), total akumulasi kematian ikan mencapai 10 ton yang menimpa 15 pembudidaya dari Kelompok Pokdakan Mina Mandiri.
Kerugian tersebut mencakup kematian 8 ton ikan karper senilai Rp200 juta, 1 ton ikan nila senilai Rp27 juta, dan 1 ton ikan patin senilai Rp20 juta. Akibat musibah ini, total nilai kerugian materiil yang ditanggung peternak ditaksir menembus angka Rp247 juta. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com