RADARSOLO.COM-Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Boyolali berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan pelatihan serta penempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Boyolali, Jumat (31/7/2026).
Ini guna memperluas akses lapangan kerja, mendorong kemandirian ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok disabilitas.
Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI serta Kemnaker atas perhatian besar yang diberikan kepada masyarakat Boyolali.
"Semoga program ini memberikan manfaat nyata serta membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan mandiri," ujar Agus Irawan.
Baca Juga: Tempa Diri di Garudayaksa, Persis Solo Jadikan Klub Super League Tolok Ukur Kesiapan Tim
Agus menambahkan, program ini menjadi angin segar dalam mendukung komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan adil bagi semua kelompok masyarakat.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 25 penyandang disabilitas disiapkan untuk ditempatkan di beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Boyolali.
Bupati mencontohkan, saat ini sudah ada salah satu perusahaan lokal di Boyolali yang sukses menyerap hingga 126 tenaga kerja disabilitas.
"Kami terus mendorong Boyolali menjadi daerah yang inklusif dengan memberikan peluang setara bagi penyandang disabilitas, baik dalam mengakses pelatihan keterampilan maupun kesempatan masuk ke dunia kerja," tegasnya.
Di lokasi yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai kolaborasi lintas lembaga ini sangat strategis dalam memperkuat upaya pemerintah memperluas jangkauan pelatihan dan lapangan kerja yang adil.
Baca Juga: Ceban, Goceng, hingga Gocap, Ternyata Istilah Ini Berasal dari Bahasa Hokkien
Ia berharap makin banyak potensi penyandang disabilitas yang terasah hingga terserap penuh di dunia industri.
Dalam sambutannya, Yassierli mengungkapkan bahwa Kemnaker mengalokasikan total anggaran sebesar Rp1,7 triliun yang didistribusikan ke seluruh Indonesia untuk program pelatihan kerja.
"Ini adalah inisiatif yang luar biasa. Ada amanat konstitusi yang harus kita perjuangkan bersama, yaitu setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Atas dasar itulah kami hadir di sini. Boyolali menjadi salah satu wilayah potensial yang patut mendapat dukungan dari BAZNAS," ungkap Yassierli.
Ia mengimbau agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan ini secara maksimal demi terwujudnya kesetaraan di dunia kerja.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Mokhamad Mahdum, menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Baca Juga: Ekaristi Dipimpin Tujuh Romo Warnai HUT Ke-75 SMA Yosef Solo
"Keterbatasan akses pelatihan keterampilan, rendahnya penyerapan di dunia kerja, serta minimnya lingkungan kerja yang inklusif masih menjadi kendala utama partisipasi angkatan kerja disabilitas. Inilah yang diprioritaskan BAZNAS dan Kemnaker, untuk membuka akses pelatihan, pendampingan, hingga penempatan kerja," terangnya.
Mahdum menjelaskan, program ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem kerja nondiskriminatif.
Ia memastikan BAZNAS akan terus mengoptimalkan pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari para muzaki untuk kemaslahatan kelompok rentan.
Dalam acara tersebut, BAZNAS RI menyerahkan bantuan dana sebesar Rp250 juta yang diperuntukkan bagi 25 penerima manfaat.
Bantuan mencakup pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja, pendampingan intensif, hingga fasilitasi penempatan kerja yang disesuaikan dengan potensi peserta serta kebutuhan dunia usaha. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com