Harga Kain Jadi Tantangan, Rumah Produksi Bendera di Boyolali Genjot Produksi 80 Kodi Per Hari

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:08 WIB
Rumah produksi bendara di Kampung Indrokilo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali banjir pesanan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Rumah produksi bendara di Kampung Indrokilo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali banjir pesanan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Memasuki awal Agustus 2026, para perajin bendera Merah Putih di Kabupaten Boyolali disibukkan oleh tingginya permintaan barang menjelang peringatan HUT ke-81 RI.

Pesanan mulai meningkat sejak awal Juli dan terus berdatangan dari berbagai daerah.

Salah satu rumah produksi yang kebanjiran order adalah milik Sukis di Kampung Indrokilo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Bersama istri dan belasan pekerjanya, Sukis setiap hari memproduksi bendera Merah Putih dan umbul-umbul.

Baca Juga: Gagalkan Aksi Vandalisme di Area Sekolah, Polisi Amankan 22 Alumni dan 18 Kaleng Pilox

Di rumah produksinya, lembaran kain merah dan putih dipotong sesuai ukuran, lalu disambung dan dijahit hingga menjadi bendera siap jual.

Tak hanya bendera untuk rumah dan kantor, mereka juga membuat umbul-umbul dengan panjang hingga 4 meter.

Mendekati puncak Hari Kemerdekaan, kapasitas produksi naik hampir dua kali lipat dibanding hari biasa.

Memasuki awal Agustus, produksi bendera di tempat Sukis berada di angka 70 hingga 80 kodi per hari.

Jumlah itu naik signifikan dari hari biasa yang hanya berkisar 30–40 kodi per hari.

Baca Juga: Perkuat Sektor Hulu, Pengusaha Bakso Wonogiri Siapkan Peternakan hingga Pemasaran secara Mandiri

Untuk jenis bendera, ukuran 90x60 cm menjadi produk yang paling banyak diminati. 

Sementara untuk umbul-umbul, ukuran panjang 4 meter menjadi varian paling banyak dipesan pelanggan.

"Kalau sudah masuk Juli memang mulai ramai. Menjelang Agustus seperti ini kami fokus menyelesaikan pesanan karena order terus berdatangan," ujar Sukis, Sabtu (1/8/2026).

Pesanan tidak hanya berasal dari wilayah Boyolali dan kawasan Solo Raya.

Permintaan juga terus mengalir dari luar Provinsi Jawa Tengah, seperti Bandung dan Jakarta.

Baca Juga: Harga Honda Super One Masih Misteri, Tapi Antrean Pembeli Sudah Mengular, Kuota Hanya 100 Unit

Kondisi ini memaksa aktivitas produksi berlangsung hampir tanpa henti demi mengejar target pengiriman.

Meski volume order melonjak, tingginya permintaan belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan margin penjualan.

Penyebab utamanya adalah lonjakan harga bahan baku kain di pasaran.

Saat ini harga jual bendera ukuran 90x60 cm sekitar Rp100 ribu per kodi.

Sedangkan umbul-umbul ukuran 4 meter dipatok pada kisaran harga Rp180 ribu per kodi.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Daftar Wilayah yang Bisa Melihat, Indonesia Masuk atau Tidak?

"Tahun ini sebenarnya (penjualan) agak turun dibanding tahun lalu. Ya salah satu penyebabnya karena harga kain naik, jadi harga bendera juga harus ikut disesuaikan," keluh Sukis.

Mengingat puncak perayaan Kemerdekaan masih beberapa minggu lagi, Sukis memperkirakan pesanan bendera dan umbul-umbul akan terus mengalir hingga sepekan menjelang peringatan HUT ke-81 RI.

Momentum kemerdekaan ini tetap menjadi "musim panen" tahunan bagi para perajin.

Selain melayani jaringan reseller, rumah produksi Sukis juga ramai didatangi warga yang membeli secara langsung untuk kebutuhan hiasan perayaan 17 Agustus di lingkungan permukiman masing-masing.

Baca Juga: Detik-detik KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Kapal Berpenumpang 250 Orang Alami Kebakaran

Banyak di antaranya merupakan pelanggan setia yang rutin datang setiap tahun untuk mengganti bendera serta umbul-umbul yang telah usang.

Salah satu pembeli, Slamet, mengaku sengaja datang langsung ke lokasi produsen guna membeli kebutuhan perayaan desa.

"Setiap tahun kami membeli langsung di sini untuk dipasang di desa. Sudah langganan karena kualitasnya bagus. Kalau beli langsung ke produsennya harganya lebih hemat, barangnya juga lebih lengkap dibandingkan di pasaran," beber Slamet. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
rumah produksi bendara Boyolali agustus Order hut ri