Dari Boyolali, Karya Difabel Binaan Pertamina Patra Niaga Menginspirasi

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:18 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui program TJSL Fuel Terminal Boyolali berbagi semangat inklusi dan pemberdayaan melalui karya penyandang disabilitas binaannya dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Kabupaten Boyolali Tahun 2026 di Pendopo Gedhe, Alun-Alun Kidul, Kabupaten Boyolali. (ISTIMEWA)
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui program TJSL Fuel Terminal Boyolali berbagi semangat inklusi dan pemberdayaan melalui karya penyandang disabilitas binaannya dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Kabupaten Boyolali Tahun 2026 di Pendopo Gedhe, Alun-Alun Kidul, Kabupaten Boyolali. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM-Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Fuel Terminal Boyolali berkesempatan untuk berbagi semangat inklusi dan pemberdayaan melalui karya penyandang disabilitas binaannya dalam kegiatan Pembukaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas Kabupaten Boyolali Tahun 2026 yang diselenggarakan di Pendopo Gedhe, Alun-Alun Kidul, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI Sugeng Heri Suseno, Bupati Boyolali Agus Irawan; serta berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah dan dunia usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali mengundang Pertamina Patra Niaga untuk menghadirkan booth kegiatan dan produk dari kelompok penyandang disabilitas binaannya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siagakan 10 SPBU Modular di Solo Raya

Pertamina menggandeng empat kelompok binaan, yaitu Kresna Patra, Pandawa Patra, Sriekandi Patra, dan Difabel Ampel, yang menampilkan berbagai karya dan aktivitas produktif.

Mulai dari mesin jahit ramah difabel, batik inklusif, integrated farming berbasis Internet of Things (IoT), hingga kendaraan modifikasi untuk layanan pengantaran gas.

Menurut Sugeng, kehadiran booth ini bukan sekedar pameran produk, melainkan bentuk pengakuan atas kemampuan dan kontribusi nyata penyandang disabilitas dalam pembangunan ekonomi daerah dan perluasan kesempatan kerja. 

“Difabelpreneur merupakan inisiatif yang sangat luar biasa karena memberikan kesempatan nyata bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan mandiri," ujar Sugeng.

"Ini bukan hanya tugas Kementerian Ketenagakerjaan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami berharap model pemberdayaan seperti ini dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” imbuh dia.

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng berharap Pertamina Patra Niaga dapat terus memberikan dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas melalui program-program yang telah berjalan.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina Patra Niaga Regional JBT dan Pemprov Jateng, Warga Karangtengah Wonogiri Kini Lebih Mudah Dapatkan Air Bersih

Pada kesempatan yang sama, Pertamina juga menerima apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Boyolali atas kolaborasinya dalam kegiatan pelatihan dan penempatan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas bersama perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Boyolali.

Fuel Terminal Manager Boyolali Fikri Rahmaniar menegaskan, perusahaan berkomitmen mendukung terwujudnya kesetaraan bagi penyandang disabilitas melalui program pemberdayaan yang berfokus pada aspek ekonomi dan pendidikan.

“Kami berkomitmen untuk mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas melalui program pemberdayaan yang mendorong kemandirian di bidang ekonomi dan pendidikan. Semangat ini sejalan dengan prinsip Kementerian Ketenagakerjaan, yaitu no one left behind, sehingga teman-teman penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang setara untuk berkarya dan berkembang,” beber Fikri.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas serta memperluas dampak program pemberdayaan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Jelang Idul Adha 1445 H, Pertamina Patra Niaga Tambah Stok Biosolar di SPBU Wilayah Solo Raya      

“Kami meyakini bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas tidak hanya tentang menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam pembangunan," jelas Taufiq. 

"Kehadiran kelompok binaan Pertamina dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya yang bernilai dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap praktik baik yang lahir dari Boyolali dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas dia. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
difabel binaan semangat inklusi Boyolali Pertamina Patra Niaga