RADARSOLO.COM-Sebuah rumah di Dusun Ngawen, RT 001 RW 002, Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, hangus terbakar, Minggu (2/8/2026) malam.
Insiden tersebut mengakibatkan hampir seluruh fisik bangunan rumah beserta isinya ludes dilalap si jago merah.
Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 19.15. Kobaran api baru berhasil dipadamkan total sekitar pukul 21.15 WIB setelah 2 unit armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Klego dan Pos Damkar Wonosegoro diterjunkan ke lokasi.
Baca Juga: Tiga Legiun Asing Baru Persis Solo Belum Diturunkan Saat Melawan Klub Liga 1
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono menuturkan, musibah tersebut dipicu oleh api lilin yang ditinggalkan pemiliknya saat bepergian ke rumah anaknya.
"Saat itu ada anak-anak yang sedang bermain melihat api sudah besar lalu berteriak ada kebakaran," terang Supriyono, Senin (3/8/2026).
Mendengar jeritan anak-anak tersebut, warga setempat langsung berlarian menuju TKP dan berupaya menaklukkan kobaran api dengan peralatan seadanya.
Salah seorang warga lantas melaporkan kejadian ini kepada pihak pemadam kebakaran.
Tim gabungan yang terdiri atas personel Pos Damkar Wonosegoro, Pos Damkar Klego, Polsek Wonosegoro, TNI, PLN, hingga perangkat desa setempat langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan 2 unit kendaraan operasional.
"Api berhasil dipadamkan sekitar 2 jam kemudian," tambah Supriyono.
Baca Juga: Bukan Berarti Bodoh, Ini Alasan Kamu Bisa Lupa Materi yang Sudah Dipelajari
Kobaran api dengan cepat merambat luas lantaran sebagian besar konstruksi bangunan rumah terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar.
Kendati demikian, petugas berhasil melokalisasi kobaran api sehingga tidak menjangkau bangunan lain di sekitarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini mengingat rumah dalam kondisi kosong tanpa penghuni.
Adapun total kerugian materiil akibat insiden ini hingga kini masih dalam proses pendataan.
Atas insiden tersebut, Supriyono mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ceroboh meninggalkan pemicu api dalam bentuk apa pun.
"Mengingat saat ini masih berada di musim kemarau, yang membuat api sekecil apapun dengan cepat menyebar," imbaunya. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com