RADARSOLO.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali terus memasok bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak musibah kekeringan.
Hingga Senin (3/8/2026), BPBD tercatat telah menggelontorkan kurang lebih 500 ribu liter air bersih ke wilayah-wilayah krisis air.
Data rekapitulasi BPBD menunjukkan bantuan tersebut telah didistribusikan ke 7 kecamatan, yang mencakup 16 desa/kelurahan dan 32 dukuh.
Total armada yang dikerahkan mencapai 114 tangki air untuk menyokong kebutuhan dasar sebanyak 8.332 jiwa.
"Kami sudah memetakan 9 kecamatan yang berpotensi kekeringan. Saat ini ada 5 kecamatan yang sudah terdampak dan terus kami distribusikan air bersih sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, Senin (3/8/2026).
Pada Senin (3/8/2026), tim BPBD kembali melakukan dropping sebanyak 6 tangki air bersih di wilayah Kecamatan Wonosegoro.
Rinciannya, 4 tangki disalurkan untuk Desa Bojong (meliputi Tempuran RT 01/RW 03, Bogor Kopen RT 04, Bogor Kopen RT 05, dan Bogor Krajan RT 05), serta 2 tangki dialokasikan untuk Desa Guwo di Dukuh Bodeh RT 07/RW 06.
Berdasarkan data rekapitulasi, dua kecamatan yang mencatatkan jumlah warga terdampak terbanyak adalah Kecamatan Wonosamudro sebanyak 2.825 jiwa dan Kecamatan Wonosegoro sebanyak 2.450 jiwa.
Dari sisi alokasi pengiriman, Kecamatan Wonosamudro menerima pasokan 52 tangki dengan total volume 199 ribu liter air bersih.
Baca Juga: Penyaluran Seragam Sekolah Gratis di Boyolali Masih Berproses, Sejumlah Sekolah Menolak
Sementara Kecamatan Wonosegoro mendapatkan penyaluran 35 tangki dengan jumlah lebih dari 150 ribu liter air bersih.
Adapun sebaran jumlah warga terdampak di kecamatan lainnya meliputi:
-
Juwangi: 1.113 jiwa
-
Tamansari: 856 jiwa
-
Selo: 846 jiwa
-
Musuk: 123 jiwa
-
Cepogo: 119 jiwa
Untuk pendanaan program bantuan ini, BPBD merinci sebanyak 60 persen bersumber dari APBD, 26 persen dari dana CSR/sumber lainnya, 12 persen dari PMI, serta 2 persen dari BUMD.
"Bersama kita hadapi kekeringan. Kami imbau masyarakat untuk gunakan air dengan bijak, jaga kesehatan dan kebersihan, serta dukung pertanian tetap produktif," tegas Ari.
Menghadapi musim kemarau tahun ini, BPBD Boyolali telah menyiagakan total alokasi awal sekitar 1 juta liter air bersih. Pasokan tersebut dipastikan bakal terus ditambah menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan warga di lapangan. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com