Atasi Kekeringan di Boyolali: BPBD Salurkan 646 Ribu Liter Air Bersih untuk 11 Ribu Jiwa Terdampak

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:26 WIB
Warga Desa Bercak, Wonosamodro, Boyolali menuangkan air bersih bantuan BPBD Boyolali, Rabu (5/8/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Warga Desa Bercak, Wonosamodro, Boyolali menuangkan air bersih bantuan BPBD Boyolali, Rabu (5/8/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali terus mengintensifkan pendistribusian bantuan air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan.

Tercatat hingga Rabu (5/8/2026), penyaluran air bersih telah menjangkau belasan ribu warga di berbagai wilayah krisis air.

Bupati Boyolali Agus Irawan memimpin secara langsung kegiatan penyerahan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Bercak, Kecamatan Wonosamodro, Rabu (5/8/2026).

Aksi penanganan darurat kekeringan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara BPBD Kabupaten Boyolali dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder).

Baca Juga: Singapura vs Indonesia Piala AFF 2026 Kapan Main? Cek Jadwal Duel Hidup Mati Skuad Garuda Demi Tiket Semifinal

Penyaluran pasokan air bersih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga seiring merosotnya ketersediaan air bersih di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Boyolali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berada di garda terdepan melalui respons yang cepat, tepat, dan terukur.

"Pemkab Boyolali tidak akan tinggal diam. Kebutuhan air bersih masyarakat menjadi prioritas utama. Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, kami akan memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan air bersih secara berkelanjutan,” tegas Bupati.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo merinci bahwa distribusi bantuan air bersih telah menyasar 7 kecamatan, 20 desa/kelurahan, dan 44 dukuh.

Hingga saat ini, BPBD telah mengundurkan sebanyak 147 armada tangki air atau setara dengan 646 ribu liter air bersih.

Baca Juga: Gelar Gebyar Inovasi Pendidikan 2026, Disdik Klaten Tampilkan 61 Stan Karya Unggulan Siswa dan Guru

Bantuan tersebut dimanfaatkan oleh 11.062 jiwa yang mengalami krisis air akibat musim kemarau.

Data rekapitulasi BPBD mencatat 3 kecamatan dengan populasi warga terdampak terbanyak meliputi:

Adapun sebaran di kecamatan terdampak lainnya meliputi Tamansari sebanyak 1.284 jiwa (15 tangki), Selo 846 jiwa (8 tangki), Musuk 386 jiwa (6 tangki), serta Cepogo 119 jiwa (1 tangki).

Untuk tingkat desa, tiga wilayah penerima alokasi pasokan air terbesar adalah Desa Bengle (Wonosamudro) sebanyak 120 ribu liter, Desa Bojong (Wonosegoro) sebanyak 96 ribu liter, dan Desa Jatilawang (Wonosamudro) sebanyak 75 ribu liter.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Persita Tangerang di Liga 1: Rekrut 4 Pemain Baru, Eks Persis Solo dan Persijap Jepara Merapat

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan pihak CSR untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Prioritas kami adalah wilayah yang sumber airnya benar-benar kritis," ujar Ari.

BPBD Kabupaten Boyolali mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih, serta meminta pihak desa untuk segera berkoordinasi jika wilayahnya mulai mengalami kekeringan ekstrem.

"Mari kita jaga bersama-sama sumber air yang ada. Bantuan ini sifatnya tanggap darurat, jadi kami harap warga juga mulai melakukan konservasi air," tutup Ari. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
BPBD Boyolali kekeringan Bantuan air bersih warga terdampak wonosamodro