Boyolali Tuan Rumah HUT ke-81 Jateng, Ada Friendship Run dan Soto Tumpang Gratis 2.000 Porsi

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Kawasan Simpang Lima (Simpang Siaga) Boyolali yang sangat ikonik.
Kawasan Simpang Lima (Simpang Siaga) Boyolali yang sangat ikonik.

RADARSOLO.COM-Kabupaten Boyolali ditunjuk menjadi tuan rumah peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Boyolali dipilih mendampingi Kota Semarang dan Kabupaten Semarang yang turut dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan rangkaian acara.

Sekda Boyolali M. Syawalludin menjelaskan, puncak upacara memperingati hari lahir Provinsi Jateng bakal dipusatkan di Boyolali pada 19 Agustus 2026.

"Semua bupati dan wali kota, forkopimda ke Boyolali," jelas Syawalludin di Gedung DPRD Boyolali, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Cek Kesehatan Buka Peta Kesehatan Warga Solo, Hipertensi dan Obesitas Mulai Mengkhawatirkan

Selain agenda utama upacara, rangkaian peringatan turut menyajikan ajang Friendship Run sejauh 5 kilometer pada 30 Agustus 2026.

Syawalludin membeberkan bahwa ajang lari santai tersebut menargetkan partisipasi hingga 2.000 peserta.

Rangkaian acara pada 30 Agustus juga bakal diramaikan dengan Gerakan Pangan Murah, pelatihan pengolahan bahan pangan lokal, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Agenda Friendship Run ini akan dikolaborasikan bersamaan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) dan dijadwalkan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri secara daring melalui aplikasi My Borobudur Marathon.

Baca Juga: Perkuat Literasi Digital Pelajar, Polresta Klaten Bekali 150 Siswa SMA Pelatihan Paham AI

Guna memanjakan masyarakat umum, pihak penyelenggara juga menyiapkan pesta kuliner berupa penyediaan soto dan tumpang gratis sebanyak 2.000 porsi pada pelaksanaan acara 30 Agustus tersebut.

Sementara itu, mengenai perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, Syawalludin menyebutkan bahwa Pemkab Boyolali memilih hanya menyelenggarakan seremoni upacara formal pada 17 Agustus tanpa menggelar acara hiburan terpusat yang melibatkan massa skala besar.

"Jujur saja, kami efisiensi, kami hanya kegiatan seremoni 17-an, upacara, detik-detik, ziarah, kemudian tirakatan. Hal-hal lain kami serahkan pemberdayaan di masing-masing kecamatan, desa, sampai RT-RW," ungkapnya.

Baca Juga: Solo Mulai Petakan Sampah dari Hulu, Budidaya Magot Jadi Salah Satu Andalan

Langkah efisiensi anggaran ini diambil mengingat jarak waktu agenda HUT RI yang berdekatan dengan Hari Jadi Kabupaten Boyolali, sehingga kemeriahan lebih didorong untuk tumbuh secara mandiri di tingkat masyarakat bawah.

Dalam kesempatan yang sama, Syawalludin memberikan klarifikasi meluruskan persepsi publik terkait penutupan ajang Merbabu Art Fest pada 22 Agustus 2026 mendatang yang menghadirkan deretan penyanyi papan atas dan memberlakukan tiket berbayar.

"Perlu kami informasikan, Merbabu Art Fest yang beriringan dengan hari jadi, itu dari donasi pelaku usaha dan masyarakat. APBD menyumbang sangat kecil, sekitar Rp100 juta. Jadi persepsinya jangan diartikan kok di kota foya-foya, bukan," pungkasnya. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
hut ke-81 provinsi jateng soto tumpang gratis Boyolali tuan rumah