Sisi Lain Jembatan Teter di Simo Boyolali yang Hanya Bisa dilalui saat Musim Kemarau

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:51 WIB
Jembatan Teter yang menjadi jalur penghubung antara Desa Teter di Kecamatan Simo dengan Desa Bendungan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Jembatan Teter yang menjadi jalur penghubung antara Desa Teter di Kecamatan Simo dengan Desa Bendungan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Di tengah derasnya aliran sungai di Kabupaten Boyolali, terdapat satu struktur bangunan unik. 

Adalah Jembatan Teter yang menjadi jalur penghubung antara Desa Teter di Kecamatan Simo dengan Desa Bendungan.

Uniknya, jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 3 meter ini hanya bisa dilalui dan disaksikan wujudnya secara utuh saat musim kemarau tiba.

Begitu curah hujan tinggi, badan jembatan seketika "tenggelam" tertutup luapan air sungai.

Baca Juga: Menuju Boyolali Terang, Dishub Validasi Data 4.530 Titik PJU di 22 Kecamatan

Pada bagian tengah struktur Jembatan Teter, terdapat rongga lingkaran berdiameter 1 meter yang difungsikan khusus sebagai saluran lalu lintas air guna mengurangi tekanan debit sungai.

Saat musim kemarau, debit air berkurang drastis, sehingga wujud jembatan terlihat utuh dan estetik.

Kondisi inilah yang menarik perhatian warga luar daerah untuk berkunjung.

Pemandangan aliran sungai yang jernih, hamparan bebatuan, serta struktur jembatan menjadi latar foto yang Instagramable.

Salah seorang pengunjung asal Nogosari, Ardiansyah, datang bersama rekan-rekannya untuk berswafoto sekaligus menyalurkan hobi memancing.

Baca Juga: Cakra NX1 Motor Listrik Nasional, Pakai Basis Alva N3 Next Gen dan Punya Jarak Tempuh 140 Km

"Bagus tempatnya, terus ikannya juga besar-besar, jadi foto-foto sekalian mancing," ujar Ardiansyah.

Suasana di sekitar lokasi jembatan masih sangat asri dan sejuk menjadi daya tarik tempat ini.

Warga setempat Widodo mengatakan, Jembatan Teter yang selalu "tenggelam" saat musim penghujan sudah berlangsung sejak lama.

Ketinggian air yang meluap bisa mencapai 1 meter di atas permukaan jalan jembatan.

"Kalau hujan ya sering banjir, tertutup air jalannya. Tapi memang ini tidak jadi jalan utama," jelas Widodo.

Baca Juga: Terindikasi Judi Online, 5.540 Penerima Bansos di Boyolali Dicoret: Dinsos Buka Jalur Sanggah, Cek Caranya

Karena dampaknya yang mudah tergenang, warga sekitar tidak pernah menggantungkan aktivitas transportasi utama pada jembatan ini.

Fasilitas tersebut murni difungsikan sebagai akses jalan alternatif antar-dua desa ketika debit air sungai sedang surut.

Kendati menyajikan pemandangan alam yang memikat, warga mengimbau para pengunjung untuk tetap waspada dan tidak nekat bermain air di tengah aliran sungai.

Hal ini mengingat adanya cekungan sedalam 3 hingga 4 meter di bagian tengah sungai.

Keberadaan Jembatan Teter mencerminkan bentuk penyesuaian infrastruktur lokal terhadap kondisi alam.

Di sisi lain, sifatnya yang "musiman" justru bertransformasi menjadi daya tarik tersendiri sebagai spot destinasi wisata alam sederhana di Kecamatan Simo. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
jembatan teter simo boyolali tenggelam kemarau banjir