RADARSOLO.COM-Hingga 14 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Boyolali telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Boyolali.
Berdasarkan data Sebaran Distribusi Bantuan Air Bersih Kabupaten Boyolali Tahun 2026, total bantuan yang sudah disalurkan mencapai 270 tangki atau 1.164 ribu liter.
Bantuan tersebut tersebar di 9 kecamatan, 27 desa/kelurahan, dan 70 dukuh. Jumlah penerima manfaat tercatat 15.847 jiwa dari 5.088 KK.
Baca Juga: 5 Negara Ikuti Kejuaraan Paralayang Internasional di Wonogiri
Dari peta persebaran, 3 kecamatan dengan jumlah jiwa terdampak tertinggi seluruhnya berada di wilayah Boyolali utara.
Seperti Kecamatan Wonosamudro sebanyak 5.929 jiwa dengan 112 tangki atau 416 ribu liter.
Kecamatan Juwangi sebanyak 3.507 jiwa dengan 27 tangki ata 138 ribu liter, serta Wonosegoro sebanyak 2.826 jiwa dengan 69 tangki atau 336.000 liter.
Plt Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo mengatakan, Kecamatan lain yang juga menerima distribusi antara lain Tamansari sebanyak 1.862 jiwa.
Musuk 875 jiwa, Selo 379 jiwa, Gladagsari 216 jiwa, Ampel 134 jiwa, dan Cepogo 119 jiwa.
Beberapa desa dengan penyaluran terbanyak di antaranya Jatilawang Wonosegoro 25 tangki, Bojong Wonosegoro 36 tangki, dan Bengle Wonosamudro 39 tangki.
Baca Juga: Ajak Kibarkan Merah Putih, Polres Boyolali Bagikan 310 Buah Bendera Sasar Pengendara dan UMKM
“Penyaluran air bersih ini didukung dari berbagai dana. Rinciannya CSR 43 persen, APBD 40 persen, PMI 15 persen, dan BUMD/BUMN 2 persen,” jelas Ari dikonfirmasi Jawa Pos Radar Solo.
Ari melanjutkan, BPBD Kabupaten Boyolali terus melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat melapor melalui pemerintah desa setempat atau menghubungi Pusdalops BPBD.
Update terakhir, BPBD Kabupaten Boyolali melaksanakan pendistribusian bantuan air bersih sebagai tindak lanjut permohonan dari 4 desa di 3 kecamatan, Jumat (14/8/2026).
Pendistribusian menyasar Desa Kalimati Kecamatan Juwangi, Desa Guwo dan Desa Bojong Kecamatan Wonosegoro, serta Desa Sukorejo Kecamatan Musuk.
Total bantuan yang disalurkan sebanyak 10 tangki atau 56 ribu liter air bersih.
Pemerintah Kabupaten Boyolali menyiapkan sekitar 1,25 juta liter air bersih untuk didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Jumlah tersebut bisa bertambah apabila permintaan masih tinggi.
"Dari kita hitungannya liter. Estimasi kita sekitar 1.250.000 liter. Tapi tentunya ini nanti menyesuaikan kebutuhan lapangan," tutup Ari.(fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com