RADARSOLO.COM - Suasana berbeda terlihat di Dukuh Kiyaran, Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Boyolali saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Saluran air warga yang biasanya sepi mendadak dipadati oleh puluhan warga yang saling adu keahlian dalam ajang mancing bersama.
Sambil memegang joran, warga dari berbagai lapisan usia larut dalam kebersamaan memeriahkan hari kemerdekaan.
Rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh panitia HUT RI setempat bekerja sama dengan pemuda desa ini telah dimulai sejak pagi hari.
Baca Juga: BYD Racco Tiba-tiba Nongol di Instagram BYD Indonesia, Sinyal Bakal Segera Dijual di Tanah Air?
Ketua panitia Rasyid Wahyu Jatmiko menerangkan, acara diawali dengan prosesi upacara bendera pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan pengibaran 81 bendera Merah Putih, serta ditutup dengan aksi mancing bersama seluruh warga.
"Pesertanya dari warga sekitar sini semua dan tidak dipungut biaya. Kegiatan ini digelar gratis oleh panitia agar warga bisa makin akrab dan kompak," kata Rasyid, Senin (17/8/2026).
Pihak panitia tidak menetapkan aturan khusus dalam kegiatan ini. Peserta dibebaskan memakai jenis umpan apa saja dengan durasi acara yang dirancang dari pagi hingga menjelang waktu Asar.
Kendati demikian, akibat tingginya animo masyarakat, pasokan ikan di saluran air dilaporkan sudah ludes sebelum pukul 12.00 WIB.
Lokasi mancing memanfaatkan saluran air di pinggir pemukiman sepanjang 50 meter yang disekat.
Baca Juga: Pedagang Pasar Tawangmangu Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI di Lorong Kios
Skema penggunaan lokasi ini menerapkan sistem rotasi antar-RT yang kini memasuki pelaksanaan tahun ke-4.
"Dulu tempatnya dirotasi per RT. Pertama di RT 01, lalu RT 02, dan RT 03. Untuk tahun ini, panitia menebar 81 kilogram ikan lele sesuai usia kemerdekaan RI," jelas Arda.
Menariknya, agenda ini murni tidak mencari pemenang.
Setiap ekor ikan lele yang berhasil dipancing dapat langsung dibawa pulang oleh warga untuk dimasak di rumah masing-masing.
Melihat antusiasme warga yang membludak, panitia bahkan harus menambah pasokan ikan lele sebanyak 50 kilogram di tengah berlangsungnya acara.
Peserta yang memadati lokasi terdiri atas anak-anak usia TK, remaja, hingga kelompok bapak-bapak dan ibu-ibu dengan membawa joran bambu, serok, hingga lebih dari tiga pancing sekaligus.
Melalui ajang ini, panitia berharap keharmonisan dan solidaritas antarwarga dapat terus terjalin erat.
"Harapannya warga dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua, mbah-mbah bisa makin kompak dan kerukunannya semakin erat," pungkas Rasyid.
Salah seorang warga setempat, Pak Usman, mengaku sangat antusias dan telah bersiap-siap sejak usai waktu Subuh demi mengikuti jalannya kemeriahan tersebut.
"Tadi habis Subuh jalan-jalan pagi jam 04.00 WIB. Selesai upacara dan sarapan, langsung menuju ke lokasi pemancingan. Rencananya ikut sampai selesai nanti sore," tutur Usman.
Usman menambahkan, hasil tangkapan ikan lele yang didapatkannya nantinya akan dimasak dan disantap bersama warga lainnya. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com