RADARSOLO.COM - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 berlangsung secara khidmat di Alun-alun Kidul Boyolali pada Rabu (19/8/2026).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bertindak langsung sebagai inspektur upacara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Jateng, bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, serta siswa dan pra santri.
Dalam amanatnya, Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa selama 545 hari masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Taj Yasin (Gus Yasin), mereka terus berikhtiar memajukan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
"Selama 545 hari menemani panjenengan sedaya, saya bersama Gus Yasin berikhtiar mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah. Hari ini adalah kali kedua kami bersama Saudara-saudara sekalian menyelenggarakan Hari Ulang Tahun provinsi yang kita cintai ini," ujar Luthfi.
Dia menekankan bahwa Jawa Tengah merupakan bumi kelahiran banyak tokoh nasional dan pejuang bangsa yang memiliki spirit kebersamaan (nyawiji).
Untuk itu, pada peringatan ulang tahun ini, Jateng memiliki motto 'Jawa Tengah 81, senantiasa gumreget, nyawiji menuju daerah toto tentrem kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi.'
Di tengah maraknya arus informasi di dunia maya, Gubernur secara tegas menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga tingkat desa untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kebenaran.
"Di saat disinformasi, hoaks, hate speech, bahkan black campaign dan fitnah melanda dunia maya, seluruh insan ASN Provinsi Jawa Tengah hingga tingkat desa harus menyampaikan hal yang benar. Jangan membenarkan hal yang biasa, tetapi biasakanlah menyampaikan hal yang benar dengan melakukan check, recheck, and final check," tegas Luthfi.
Dia juga mengingatkan agar media sosial tidak dijadikan wadah adu domba yang berpotensi memecah belah keharmonisan warga.
Menurutnya, media sosial bukan tempat untuk saling mengadu hal yang tidak benar, melainkan untuk membiasakan kebenaran.
“Jangan sampai Jawa Tengah terbelah oleh disinformasi dan fitnah," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan sejumlah capaian program prioritas daerah.
Di sektor pendidikan, Pemprov Jateng menggratiskan biaya sekolah bagi 231.724 siswa sekolah negeri, menyalurkan beasiswa untuk 5 ribu siswa sekolah swasta kurang mampu, serta 10.000 siswa dari keluarga miskin.
Selain itu, sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi dan 9 sekolah baru berhasil dibangun diseluruh Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.
Di sektor Kesehatan, melalui program andalan Dokter Spesialis Keliling, layanan kesehatan gratis telah menjangkau 21 juta warga desa yang sebelumnya sulit mengakses dokter spesialis. Program ini diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
Sementara di sektor Perumahan, sebanyak 339.963 unit rumah telah dibangun guna mengatasi backlog perumahan serta mendukung program 3 juta rumah dari pemerintah pusat.
“Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian, Mungkin panjenengan bertanya-tanya, dengan keterbatasan fiskal dan situasi geopolitik global yang keras saat ini, bagaimana kita menghadapinya? Jawabannya sederhana. karena ada amanah yang tidak boleh kami jalankan dengan bekerja seadanya. Kita tidak boleh berfoya-foya atau berleha-leha,” bebernya.
Di sektor ketahanan pangan dan ekonomi daerah juga menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2025, Jateng menyumbang 11,5 juta ton beras, atau sekitar 15,6 persen bagi cadangan pangan nasional.
Memasuki tahun 2026, produksi Gabah Kering Giling (GKG) telah mencapai 6,74 juta ton, naik 493 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Dampak positif ini turut mendorong pemulihan ekonomi. seperti yingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, yang menyerap sekitar 460 ribu tenaga kerja baru.
Luthfi melanjutkan, setelah mencatatkan investasi sebesar Rp110 triliun pada 2025, pada semester I tahun 2026 capaian investasi telah menyentuh Rp59,49 triliun.
"Realisasi capaian ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras bersama antara Bupati, Wali Kota, Gubernur, serta seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah," pungkas Luthfi.
Selain upacara, gubernur juga menyematkan penganugerahan Satyalancana Karya Satya sejumlah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).
Diantaranya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Kristina Susilowati yang menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun.
Camat Cepogo, Kabupaten Boyolali Fajar Ferlyswanto Agustitia mendapat tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun. Serta A.R. Hanung Triyono, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah menerima tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun.(fid)
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo