RADARSOLO.COM - Proses evakuasi terhadap sopir truk trailer yang mengalami kecelakaan tunggal di turunan Kenteng, Jalan Solo-Semarang, berlangsung dramatis.
Petugas gabungan membutuhkan waktu hingga 2,5 jam untuk mengeluarkan pengemudi yang terjepit di dalam kabin head unit truk.
Operasi evakuasi darurat tersebut melibatkan sinergi dari anggota Satlantas Polres Boyolali, TNI, BASARNAS, Damkar, PMI, armada mobil derek, serta warga sekitar, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Kapan Desil DTSEN Bisa Turun Usai Ajukan Perubahan? Warga Resah Terancam Gagal Bantuan Beasiswa
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali Iptu Bambang Nova membeberkan bahwa kedalaman jurang serta kondisi medan yang terjal menjadi penghambat utama selama proses penanganan di lapangan.
"Sulitnya medan evakuasi pada laka lantas tunggal ini karena jurang begitu terjal. Antara lain 10-15 meter dari jalan," terang Iptu Bambang Nova, Rabu (19/8/2026).
Sebelum berhasil dievakuasi, tim sempat berupaya menarik truk trailer yang menghimpit bagian head unit menggunakan mobil derek.
Namun, posisi kendaraan yang berada di dasar jurang serta jepitan bodi trailer membuat proses penarikan berjalan lambat.
Tim SAR akhirnya melakukan evakuasi dari bagian bawah jurang menggunakan perlengkapan penjepit khusus.
Petugas juga harus menyingkirkan tumpukan muatan padat berupa bal balok kapas secara manual.
Baca Juga: Soal Keracunan Siswa SD di Cawas, Dinkes Klaten Tunggu Hasil Uji Lab Sebelum Keluarkan Rekomendasi
"Evakuasi amat sulit karena adanya tumpukan kapas. Satu kotak kapas itu beratnya seberat 3 kuintal," kata Bambang.
"Kepalanya terjepit body trailer dan ditumpuk-tumpuk dengan muatan kapas tersebut." imbuhnya.
Usai perjuangan panjang selama jam-jam kritis, sopir truk bernomor polisi H 8626 OH bernama Rakha Vijay Vijaya (31), warga Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, berhasil dikeluarkan dari jepitan kabin.
Kendati demikian, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Baca Juga: Viral Aksi Penyerangan Gerombolan Pemotor Bawa Sajam Terekam CCTV, Polresta Klaten Bergerak
Bambang menyebutkan, jasad korban ditemukan dalam posisi terimpit di antara jok dan dasbor kemudi tanpa tanda luka terbuka.
"Kondisi sopir meninggal dunia. Terjepit antara dasbor dan jok penumpang," bebernya.
Dugaan awal mengindikasikan korban meninggal dunia akibat kehabisan napas karena himpitan fisik yang terlampau kuat.
Truk trailer yang mengangkut total muatan kapas seberat 20 ton tersebut diketahui sedang menempuh perjalanan dari arah Semarang menuju ke Kabupaten Sragen.
Penyebab kecelakaan diduga kuat karena pengemudi mengalami hilang kesadaran sesaat (microsleep) hingga kendaraan oleng dan terjun ke jurang di bibir sungai saat melintas di turunan Kenteng.
Isak tangis histeris pecah dari pihak keluarga korban yang tiba di lokasi kejadian.
Baca Juga: Cara Ubah Desil DTSEN Pakai HP: Heboh Warga Ramai-Ramai Protes Tiba-tiba Naik Desil 10
Ibu korban pingsan setelah tidak kuat menahan tangis mengetahui sang anak dievakuasi dalam keadaan tak bernyawa.
Jenazah korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali untuk penanganan medis lebih lanjut. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com