Tangani Kemarau Panjang di Jateng, Gubernur Luthfi Salurkan 8,8 Juta Liter Air Bersih

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:39 WIB
Ilustrasi kekeringan. (JawaPos.com)
Ilustrasi kekeringan. (JawaPos.com)

RADARSOLO.COM-Pemprov Jateng bergerak cepat menangani dampak kemarau panjang dengan memetakan wilayah rawan kekeringan di seluruh kabupaten/kota.

Hingga saat ini, sebanyak 8,8 juta liter air bersih telah disalurkan ke berbagai daerah terdampak.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pemetaan telah dilakukan secara menyeluruh guna memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

Baca Juga: Gagal Salip Truk Pakan Ayam, Warga Karanganyar Meninggal di Palur

"Kita sudah melakukan pemetaan di seluruh kabupaten/kota. Saat ini, sebanyak 8,8 juta liter air bersih telah disalurkan ke berbagai kabupaten/kota," ujar Luthfi usai memimpin upacara HUT Jateng ke-81 di Alun-alun Kidul Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Selain pasokan air bersih, Pemprov Jateng juga menyebar belasan ribu unit pompa air untuk menjaga ketersediaan pasokan air di wilayah rawan krisis.

Ahmad Luthfi menyebutkan, sekitar 11 ribu hingga 12 ribu unit pompa air telah disalurkan ke lapangan untuk mempercepat penanganan darurat kekeringan.

Dalam pelaksanaannya, penanganan kekeringan di wilayah Jawa Tengah mengusung tiga skema utama yang disesuaikan dengan karakteristik kondisi geografis masing-masing daerah, yakni sistem pipanisasi, sumurisasi, dan tangkinisasi.

"Untuk daerah yang terdampak kekeringan, ada yang ditangani menggunakan sistem pipanisasi, sumurisasi (sumur bor), maupun tangkinisasi (pendistribusian dengan mobil tangki)," jelas gubernur. 

"Pada prinsipnya, menghadapi kemarau panjang ini, seluruh Bupati dan Wali Kota telah melakukan pemetaan di wilayahnya masing-masing, dan kita tinggal melakukan penebalan bantuan," imbuh Luthfi.

Baca Juga: Tragis! Pasutri Tewas Saat Antar Jenazah Anak di Tol Batang, Ini Kronologi Ambulans Kecelakaan

Mengenai sebaran wilayah terdampak kekeringan, Luthfi membeberkan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki kantong-kantong area yang mengalami kekeringan.

"Hampir semua daerah memiliki wilayah yang terdampak kekeringan, meskipun tidak mencakup seluruh area kabupaten tersebut. Contohnya di Boyolali, wilayah yang terdampak berada di bagian Boyolali Utara," terangnya.

Pemprov Jateng memastikan bakal terus menambah volume bantuan logistik air dan sarana penunjang secara berkala sesuai perkembangan pemetaan dari pemerintah daerah setempat. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kemarau panjang dropping air bersih Gubernur Jateng Ahmad Luthfi