Diduga Berasal dari Botol Parfum yang Meledak, Gudang Plastik di Ngemplak Boyolali Hangus

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:38 WIB
Personel Damkar Boyolali pastikan tidak ada lagi titik api di gudang penyimpanan barang bekas milik toko retail Semoga Jaya di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (21/8/2026). (DOK.DAMKAR BOYOLALI)
Personel Damkar Boyolali pastikan tidak ada lagi titik api di gudang penyimpanan barang bekas milik toko retail Semoga Jaya di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (21/8/2026). (DOK.DAMKAR BOYOLALI)

RADARSOLO.COM-Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan barang bekas milik toko retail Semoga Jaya di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Gumpalan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari lokasi kejadian sempat membuat warga permukiman sekitar panik, Jumat (21/8/2026).

Bangunan gudang seluas kurang lebih 500 meter persegi tersebut sehari-hari digunakan untuk menampung tumpukan material kardus dan limbah plastik bekas yang disiapkan untuk proses prapengepresan daur ulang.

Baca Juga: Diduga Main Judi Online Pakai Uang Negara, Ribuan KPM di Karanganyar Dicoret dari Daftar Bansos

Bhabinkamtibmas Desa Sobokerto Polsek Ngemplak Aiptu Murdiyanto menjelaskan, sebelum kobaran api membakar area dalam gudang, salah seorang karyawan sempat membakar tumpukan sampah di luar area bangunan.

"Sekitar pukul 13.00 WIB, karyawan sempat membakar sampah seperti plastik dan barang lainnya di samping tempat pengumpulan kardus," jelasnya. 

"Saat itu muncul semacam ledakan-ledakan kecil yang diduga berasal dari botol bekas parfum. Api sempat dijaga, namun tiba-tiba dari bagian belakang gudang tempat tumpukan kardus terjadi kebakaran besar," imbuh Murdiyanto.

Melihat kobaran api membesar dengan cepat akibat melahap material kering, seluruh karyawan berhamburan menyelamatkan diri. 

Warga setempat bersama anggota polsek bergotong-royong melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) milik toko serta perlengkapan seadanya guna mencegah lidah api merembet ke permukiman padat penduduk.

Proses pemadaman utama melibatkan armada gabungan:

Baca Juga: Borong 3 Penghargaan Alpha Southeast Asia 2026, BRI Perkuat Kepemimpinan Layanan Transaction Banking

Petugas Damkar Satpol PP Boyolali Setiabudi Oktavianto menyebutkan, pemadaman membutuhkan waktu hingga dua jam. 

Bahkan hingga pukul 16.00, petugas masih berjibaku melakukan pendinginan (cooling down) karena bara api tersimpan di celah tumpukan material keras.

"Kendalanya karena material yang terbakar berupa tumpukan kardus dan plastik dalam jumlah cukup banyak sehingga api bertahan di bagian bawah. Ketersediaan sumber air juga menjadi salah satu kendala di lapangan," papar Setiabudi.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini, pemilik toko retail mengalami kerugian finansial yang cukup signifikan.

Baca Juga: Kelompok Kerja Teater Akar Pementasan Teater Musikal "Balada Dari Timur": Angkat Suara Mereka yang D

Selain kerusakan fisik pada struktur bangunan gudang 500 m², satu unit alat mesin pengepres (mesin press) senilai Rp40 juta hingga Rp45 juta ikut hangus terbakar.

Secara akumulatif, total kerugian materiil akibat insiden kebakaran ini ditaksir mencapai Rp100 juta.

Pihak jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Ngemplak masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya titik api utama. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
gudang plastik terbakar Boyolali ngemplak Damkar Boyolali