RADARSOLO.COM–Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan keracunan massal paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Boyolali.
Tak hanya melanda para siswa, gejala sakit perut melilit dan diare kronis akibat mengonsumsi paket MBG yang dibagikan pada Kamis (20/8/2026) tersebut juga menjangkiti guru dan staf tenaga kependidikan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 6 Boyolali Masrih Sri Hartini menjelaskan, dampak gangguan pencernaan meluas hingga menyasar lebih dari 100 orang di sekolahnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan di SMPN 6, DPRD Boyolali Desak Satgas MBG Evaluasi Total Rantai Pasok Makanan
"Tadi terdata ada 96 anak yang masuk sekolah dan mengeluh sakit. Karena waktunya sudah jam pulang, ada 17 anak yang diperiksa medis Puskesmas, sementara sisanya sudah pulang. Selain itu ada 26 anak yang izin tidak masuk sekolah," kata Masrih, Jumat (21/8/2026).
Data akumulatif SMPN 6 Boyolali mencatat total 122 siswa terdampak (gabungan siswa masuk yang mengeluh sakit dan siswa izin tidak masuk), ditambah 3 orang guru serta 1 orang staf TU.
Masrih mengaku dirinya ikut menjadi korban diare usai mengajar.
Sementara itu, dari seluruh lingkungan sekolah, hanya siswa Kelas 8E SMPN 6 Boyolali yang terhindar dari musibah diare massal ini.
- Siswa Kelas 8E: Terdata selamat karena instruksi wali kelas untuk tidak memakan olahan sup MBG.
- Mereka hanya mengambil dan mengonsumsi buah kelengkengnya saja.
- Komposisi Paket MBG: Berisi sup makaroni (daging ayam, jamur, wortel), nasi putih, tahu pong, dan buah kelengkeng.
Indikasi penyebab keracunan diperkuat oleh hasil peninjauan Plt Camat Boyolali Kota Ning Martuti.
Kondisi fisik sisa makanan di SMPN 6 dan SMPN 2 Boyolali diperiksa.
Baca Juga: Diduga Berasal dari Botol Parfum yang Meledak, Gudang Plastik di Ngemplak Boyolali Hangus
Diketahui, kedua sekolah tersebut diketahui menerima pasokan dari katering penyedia yang sama, yakni SPPG Siswodipuran 2.
"Dari kondisi makanan yang ada di SMPN 2 dan SMPN 6 itu sama, dagingnya sudah berbau, kemudian jamurnya terasa kecut," tegas Ning.
Di SMPN 2 Boyolali, dilaporkan ada 5 siswa yang menderita diare.
Beberapa murid di sekolah tersebut sempat saling mengingatkan untuk membuang lauk karena mendapati kondisi daging yang sudah tidak layak konsumsi.
Gejala sakit perut dan diare dilaporkan mulai muncul secara serentak pada Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB hingga Jumat (21/8/2026) pagi.
Baca Juga: Kelompok Kerja Teater Akar Pementasan Teater Musikal "Balada Dari Timur": Angkat Suara Mereka yang D
Tim Puskesmas Boyolali 1 bergerak cepat memberikan pertolongan pertama berupa obat-obatan dasar di lokasi sekolah.
Hingga Jumat sore, tidak ada korban yang dirujuk ke rumah sakit.
Untuk memastikan kandungan cemaran atau mikroorganisme penyebab keracunan, sampel makanan telah dikirim ke laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Tengah.
Pihak sekolah dijadwalkan mendata ulang status kesehatan 26 siswa yang izin tidak masuk pada Senin mendatang. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com