SPPG Siswodipuran 2 Disuspend, Layanan MBG 2.426 Murid dan Posyandu Dialihkan ke 14 SPPG Lain

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:35 WIB
Petugas puskesmas memeriksa kondisi murid SMPN 6 Boyolali yang diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. (ISTIMEWA)
Petugas puskesmas memeriksa kondisi murid SMPN 6 Boyolali yang diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Boyolali mengambil tindakan tegas pasca-kejadian luar biasa dugaan keracunan massal yang melanda SMPN 6 Boyolali.

Satgas resmi membekukan sementara (suspend) izin operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siswodipuran 2 terhitung sejak Jumat (21/8/2026).

Ketua Satgas MBG Boyolali M. Syawalludin menuturkan, keputusan penghentian operasional ini diambil sambil menunggu hasil evaluasi (assessment) menyeluruh dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

Baca Juga: Cegah Jual Beli Suara, PCNU Solo Raya Usul Surat Ahwa Diserahkan Menjelang Tabulasi Muktamar NU

"Dari Korwil sudah menyampaikan SPPG ini sementara di-suspend, sambil nanti menunggu assessment dari BGN kapan bisa beroperasional kembali," tegas Syawalludin saat meninjau fasilitas SPPG Siswodipuran 2, Jumat (21/8/2026).

Sanksi pembekuan ini berdampak pada terhentinya pasokan rutin makanan bagi 2.426 penerima manfaat yang tersebar di 13 titik sasaran (meliputi 12 sekolah dan 1 Posyandu).

Guna menjamin pemenuhan gizi anak-anak tidak terputus, Satgas MBG langsung menyusun skema pengalihan distribusi. 

Mulai Senin (24/8/2026), kuota 2.426 porsi makanan tersebut akan ditanggung bersama oleh 14 unit SPPG lain yang beroperasi di wilayah Boyolali.

"Ada 14 SPPG yang bagi tugas untuk melayani MBG di 12 sekolah dan 1 Posyandu mulai hari Senin nanti. Kami pastikan kapasitas 14 SPPG pengganti ini mencukupi," tambah Syawalludin.

Syawalludin menjelaskan, secara kelayakan teknis fasilitas, SPPG Siswodipuran 2 sebenarnya telah memenuhi standar kebersihan yang ditetapkan.

Baca Juga: Kelas 8E SMPN 6 Boyolali Lolos dari Dugaan Keracunan MBG: Hanya Makan Buah Kelengkeng

Namun, pengujian laboratorium tetap wajib dijalankan untuk menemukan penyebab pasti kontaminasi.

Sesuai regulasi standar operasional (SOP) BGN, setiap SPPG diwajibkan menyimpan sampel cadangan (food specimen) dari setiap menu yang disajikan selama minimal 3 hari.

"Jadi ada ketentuan semua SPPG harus punya cadangan untuk diamankan selama 3 hari. Sampling dari menu Kamis (20/8) sudah kita ambil dan dikirim langsung ke Labkesmas di Semarang," jelasnya.

Mengingat gejala keracunan meluas pada hari Jumat menjelang akhir pekan, Satgas MBG meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali menginstruksikan para kepala sekolah dan wali kelas untuk memantau intensif kondisi kesehatan para siswa di rumah masing-masing.

Baca Juga: Dugaan Keracunan di SMPN 6, DPRD Boyolali Desak Satgas MBG Evaluasi Total Rantai Pasok Makanan

"Pak Kadisdikbud juga kami minta untuk memonitor lewat bapak ibu guru terkait kondisi siswa di rumah karena ini kebetulan hari Jumat. Tim kesehatan juga sudah melakukan penyisiran," pungkas Syawalludin.

Penyelidikan epidemologi oleh Dinas Kesehatan Boyolali masih berlanjut sembari menunggu hasil resmi uji laboratorium keluar dari Semarang. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
smpn 6 boyolali sppg siswodipuran 2 disuspend keracunan mbg