Sumur Mengering, Warga Juwangi Boyolali Rela Tempuh 1 Km Cari Air ke Hutan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:16 WIB
Warga Boyolali yang terdampak kekeringan mendapat kiriman bantuan air bersih. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Warga Boyolali yang terdampak kekeringan mendapat kiriman bantuan air bersih. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Dampak krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Boyolali terus meluas hingga merambah ke wilayah pemukiman warga.

Salah satu lokasi terdampak parah berada di Dusun Ngaren, Desa Kalitlawah, Juwangi, Boyolali.

Kondisi sumur warga yang mengering membuat mereka kini sepenuhnya menggantungkan kebutuhan harian pada bantuan dropping air bersih.

Setiap armada tangki tiba di lokasi bak penampungan, warga langsung berkerumun membawa ember, jerigen, hingga galon, serta saling berdesakan lantaran khawatir kehabisan pasokan.

Baca Juga: Jelang Grebeg Maulud, Nyai Setomi dan Kyai Brawijaya Dijamas Tanpa Air Bunga

"Sudah sebulan ini sumur di rumah kering. Kalau tidak ada bantuan air, kami bingung mau mandi dan masak dari mana," tutur Eka, warga Kalitlawah, Senin (24/8/2026).

Sebelum armada bantuan air rutin datang, warga terpaksa berjalan kaki menempuh jarak lebih dari 1 kilometer menembus kawasan hutan demi menjangkau sumber air yang tersisa.

Namun, debit air di tengah hutan pun terus menurun seiring berjalannya musim kemarau.

Pemkab Boyolali mencatat sebanyak 11 kecamatan masuk dalam peta rawan kekeringan. Meliputi:

Guna memitigasi potensi kemarau panjang yang diperkirakan bertahan hingga awal 2027, Pemkab Boyolali menyiapkan alokasi sekitar 11 juta liter air bersih untuk didistribusikan secara bertahap.

Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Warga Sekitar Hutan, Pemkab Wonogiri dan Perhutani Kembangkan Kopi dan Nilam

Plt Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo mengungkapkan, hingga Senin (24/8/2026), pihaknya telah menyalurkan 1.783.000 liter air bersih melalui 399 tangki ke 10 kecamatan, 29 desa/kelurahan, dan 78 dusun.

"Secara keseluruhan bantuan telah menjangkau 6.298 KK dengan total 19.502 jiwa terdampak," jelas Ari Wahyu Prabowo, Senin (24/8/2026).

Dari 10 kecamatan penerima, Kecamatan Wonosamodro tercatat menjadi wilayah penyaluran terbanyak dengan 189 tangki (888 ribu liter).

Disusul Kecamatan Wonosegoro sebanyak 96 tangki, dan Kecamatan Juwangi sebanyak 51 tangki.

Baca Juga: Bawa Pisau di Area RRI Solo, Pemuda asal Lampung Diamankan

“Kecamatan lain yang menerima bantuan, seperti Musuk 16 tangki, Ampel 13 tangki, Klego 8 tangki, Tamansari 8 tangki, Gladagsari 4 tangki, Selo 2 tangki, dan Cepogo 2 tangki,” beber Ari.

Adapun tiga desa dengan tingkat distribusi bantuan tertinggi sejauh ini berada di Desa Bengle (Wonosamodro) sebanyak 46 tangki, Desa Juwangi (Juwangi) 43 tangki, serta Desa Garangan (Wonosamodro) 39 tangki. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
juwangi boyolali sumur mengering BPBD Boyolali kemarau kekeringan